Setengah Bulan Dinas Luas Negeri, Tak Terasa Berpisah dengan Ramadan

Setengah Bulan Dinas Luas Negeri, Tak Terasa Berpisah dengan Ramadan

RADAR MALANG ONLINE – Bulan Ramadan telah berlalu. Hari fitrah pun tiba. Bagi umat muslim 1 Syawal selalu diperingati sebagai hari raya Idul Fitri. Di hari kemenangan ini masyarakat biasa menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga.

Maka sudah menjadi tradisi pula jika pada momen tersebut warga perantauan mudik ke kampung halaman masing-masing. Namun, tak segelintir orang yang harus merayakan Idul Fitri di tanah rantau.

Begitu pula yang dirasakan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Lebaran tahun ini, dia rayakan di tanah rantau.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizad Ryacudu melepas rombongan mudik gratis, pada hari ini Jumat (8/6). (Sabik Aji Taufan/RADAR MALANG ONLINE)

Alih-alih pulang ke kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan, ia justru merayakan hari kemenangan itu di Jakarta. Lebih tepatnya di rumah dinasnya di bilangan Jakarta Selatan.

“Lebaran di (jalan) Widya Chandra (rumah dinasnya,” ujar Ryamizard kepada RADAR MALANG ONLINE, beberapa waktu lalu.

Meski merayakan hari raya di kampung orang, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu tidak ingin ketinggalan suasana lebaran seperti yang ia rasakan di kampung halaman. Oleh karena itu, dia telah menyediakan menu khas hari raya Idul Fitri sebagai hidangan wajib.

“Menu lebaran opor ayam,” lanjutnya.

Ryamizard merasa, Idul Fitri tahun ini datang begitu cepat. Ia mengaku hampir tak sadar bulan suci Ramadan telah berlalu begitu saja.

Hal itu lantaran kesibukan kerjanya sebagai Menhan. Sebab hampir setengah bulan ini, ia habiskan di negeri orang demi menjalankan tugas negara.

“Puasa tahun ini cepet. Kenapa? Saya udah setengah bulan di luar negeri. Nggak tahu udah mau akhir (Ramadan),” terangnya beberapa waktu lalu.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1974 itu mengaku rutinitasnya selama Ramadan tak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Hari-harinya diisi dengan menjalankan tugas negara.

Selain itu, melepas karyawannya mudik gratis juga menjadi salah satu kegiatan rutinnya saat Ramadan tiba. Khusus tahun ini sebanyak 638 karyawan Kemenhan diberikan fasilitas mudik gratis.

Meski demikian Ryamizard juga tetap merasakan hal istimewa selama Ramadan tahun ini. Ibadah keagamaan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta menjadi lebih intensif.

Walau disibukkan oleh tugas negara dengan pekerjaan segudang, Ryamizard tetap menyempatkan membaca Alquran. Tak main-main Surat Yasin wajib diselesaikan minimal 1 kali dalam sehari.

Mengatamkan Surat Yasin satu kali sehari itu terbilang meningkat. Pasalnya, di bulan-bulan selain Ramadan, Jenderal TNI bintang 4 itu hanya membaca Surat Yasin dua kali dalam sepekan.

“Bukannya saya memamerkan. Jadi, setiap hari di bulan puasa, saya itu Yasinan. Kemudian saat tidak bulan puasa seminggu dua kali. Itu berapa khatam? Itu udah ratusan kali khatamnya. Jadi, rumah saya tuh harus dipenuhi dengan nuansa Ketuhanan, biar yang di rumah itu sejuk,” pungkasnya.

(sat/JPC)