MALANG KOTA – Perwakilan peserta aksi Hari Tani Nasional oleh Aliansi Mahasiswa Malang hari ini, Senin (24/9) akhirnya diterima anggota DPRD Kota Malang. Itu setelah hampir dua jam mereka berorasi di depan pintu gerbang Gedung DPRD.

Akhirnya, mereka pun diizinkan masuk oleh untuk dilaksanakan audiensi bersama anggota dewan. “Kita sangat apresiasi aksi adek-adek ini. Mereka menuntut apa yang kurang pas agar segera diselesaikan,” ujar Siswo Warso, dari fraksi PKB usai audiensi.

Dijelaskan oleh Siswo, salah satu tuntutan mereka ialah pada saat petani Indonesia panen raya. Pemerintah justru mengimpor beras sehingga dianggap merugikan petani.

Selaku perwakilan masyarakat, ia menjelaskan jika DPRD menerima aspirasi mahasiswa ini. “Sudah kami terima, dan akan kami fax kepusat untuk menunggu keputusan dari pusat,” jelasnya di Malang hari ini.

Ia pun mengaku sangat terbuka jika diundang berdiskusi agar persoalan lekas terselesaikan.

Sementara itu, Azzam Izzudin, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) mengatakan, akan memberikan waktu selama 30 hari untuk ditindaklanjuti.

Sebagai informasi, ada dua pokok bahasan aspirasi. Yakni, reformasi agraria alih fungsi lahan yang terjadi. Serta kondisi swasembada pangan yang dinilai kurang optimal. Khususnya dengan impor pangan. Aksi ini sendiri merupaka aksi dengan skala nasional. Mengingat dilakukan di 19 titik oleh seluruh Indonesia oleh mahasiwa.

“Kalau di Kota Malang sendiri saya lihat, kurang maksimal di proses pemasaran. Apalagi nilai tawar yang rendah. Dampaknya, keuntungan yang harusnya dirasakan petani itu tidak selayaknya,” beber Fajar Noor alamsyah Nugraha, koordinator lapangan aksi.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia