Setelah Sutiaji dan Moreno, Kini Nanda?

Sekretaris DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PDIP Jawa Timur Sri Untari

MALANG KOTA – Sebelum PDIP mengeluarkan rekom paslon (pasangan calon) di Pilwali (Pemilihan Wali Kota) 2018, sosok yang akan diusung bisa berubah setiap saat.

Incumbent Moch. Anton, Moreno Soeprapto, dan Sutiaji sempat disebut-sebut mendapat rekom dari partai berlambang banteng moncong putih itu, tapi belakangan mencuat nama Ya’qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi. Jika pasangan Nanda-Wanedi diusung, apa yang mendasari partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mengusung kader partai lain?

Sumber Jawa Pos Radar Malang menyatakan, PDIP mulai mengubah strateginya. Jika sebelumnya percaya diri menjadi partai pengusung tunggal, kini memilih aman. Tidak masalah berkoalisi dengan partai lain dan menempatkan kadernya sebagai N2 (sebutan untuk kursi wakil wali kota), asalkan peluang menang lebih besar.

Nanda–panggilan akrab Ya’qud Ananda Gudban– itu memang bukan kader PDIP. Tapi, Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Hanura itu sudah mendapatkan dukungan dari tiga partai. Yakni, Hanura, PPP, dan PAN. Sementara nama Wanedi mencuat karena dia mengikuti penjaringan sebagai bacawawali (bakal calon wakil wali kota).

Selain faktor strategi, PDIP juga sempat menjajaki beberapa bacawali. Di antaranya, incumbent Moch. Anton. Informasi yang dihimpun koran ini, Anton akan dipasangkan dengan kader PDIP. Terdapat dua kader yang berpotensi digandeng Anton, yakni Sri Rahayu (ketua Bidang Kesehatan dan Anak DPP PDIP) dan Sri Untari (sekretaris DPW PDIP Jatim). Namun, rencana koalisi PKB-PDIP itu gagal.



Setelah itu, mencuat nama Sutiaji dan Moreno Soeprapto (ketua DPC Gerindra Kota Malang). Komunikasi dengan Sutiaji dan Moreno juga buntu karena ada persyaratan yang tidak bisa dipenuhi keduanya.

Ketua tim lima DPC PDIP Made Riyan DK enggan memberikan keterangan terkait mencuatnya pasangan Nanda-Wanedi. Dia beralasan, tugasnya sebagai ketua tim penjaringan bacawali-bacawawali sudah usai. ”Sudah purnatugas,” kata Made yang juga wakil ketua DPC PDIP Kota Malang itu.

Sekretaris DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDIP Kota Malang Abdul Hakim menyatakan, hingga kini rekomendasi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDIP belum turun. Dengan begitu, dia tidak mengetahui siapa yang akan diusung. ”Saya tidak bisa menjawab, kita tunggu saja,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PDIP Jawa Timur Sri Untari juga menegaskan, rekom dari DPP PDIP belum keluar. ”Nanti (kalau rekom keluar) akan kami umumkan,” kata anggota DPRD Provinsi Jatim tersebut. (asa/c2/dan)