Setelah Masjid dan gereja, ITN Bangun Pura

Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Kustamar. MT melakukan peletakan batu pertama pembangunan pura di kampus 2 ITN Malang

MALANG – Bertepatan dengan perayaan Dharma Shanti Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, Kamis, (4/3) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan peletakan batu pertama Pura Astawiyanaka, yang rencananya bakal dibangun di Kampus 2 ITN Malang, yang berada di Jalan Raya Karanglo Km. 2, Kota Malang.

Dalam acara yang mengangkat tema Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Tingkatkan Persaudaraan melalui Widya, Maitri, Ahimsa, dan Shanti kali ini, Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Kustamar. MT, hadir langsung dalam prosesi peletakan batu pertama kali ini.

Sebelum proses simbolik berlangsung, Kustamar memberikan beberapa sambutan dan harapannya dengan dimulainya simbolik pembangunan pura ini.

“Pembangunan Pura ini bukan cuma untuk umat hindu tapi untuk kita semua. Ini sarana membangun karakter, ITN Malang sebagai kampus yang multikultural,” sebut Rektor ITN Malang baru ini.

ITN Malang sendiri memang sedang mengangkat sebuah Motto Unity in Diversity, yakni persatuan didalam perbedaan. Kustamar menyebut dengan dengan adanya Pura ini tentu akan jadi tantangan yang luar biasa bagi ITN, karena ke depan semua agama maupun budaya akan berjalan beriringan di sini.



“Kita sudah punya masjid, sudah punya gereja di kampus 2. Saya harap toleransi mampu kita bangun. Pendidikan karakter ini harus dibangun terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan dibarengi dengan pembiasaan yang konsisten,” tutupnya.

Nantinya, lewat Pura juga bisa diadakan kegiatan-kegiatan. Karena, meskipun penganut agama Hindu jumlahnya cenderung lebih sedikit, namun tetap menjadi prioritas bagi ITN. Dukungan pada kegiatannya juga sama, diakui Kustamar dilakukan untuk semua UKM berbasis keagamaan di ITN Malang.

Hal itu sesuai dengan visi dan misi ITN Malang, yakni menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil di bidangnya masing-masing, namun juga memiliki attitude, karakter dan sifat kerohanian yang baik.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido