Setelah Mangkrak Tujuh Tahun, Proyek Jembatan Kedungkandang Lanjut Tahun Depan

Kendaraan terjebak kemacetan di area Jembatan Kedungkandang, kemarin.

KOTA MALANG – Revitalisasi Jembatan Kedungkandang selama ini menjadi proyek PHP (pemberi harapan palsu). Sudah tujuh tahun, rencana pembangunan ulang jembatan yang menjadi penghubung Jalan Raya Ki Ageng Gribig dengan Jalan Mayjen Sungkono itu tak pernah terealisasi.

Kini, harapan baru pun muncul. Dan semoga bukan harapan palsu lagi.

Kepala Dinas PUPR Kota Malang Hadi Santoso menyebut bahwa proyek itu akan diwujudkan tahun depan. “Sudah kami siapkan Rp 75 miliar untuk pembangunan jembatan itu. Sudah masuk APBD 2020 yang didok kemarin,” kata Sony-sapaan akrab Hadi Santoso, dalam Dialog Publik ‘Satu Tahun Pemerintahan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, di Hotel Pelangi, Senin (18/11).
Lelang proyek jembatan Kedungkandang, rencananya akan dibuka Januari 2020 mendatang. Setelah itu, pembangunan bisa segera direalisasikan. “Cukup satu tahun targetnya.Desember tahun depan sudah selesai,” ujarnya.

Terpisah Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto mengatakan, ada beberapa hal yang membuat pembangunan Jembatan Kedungkandang tertunda selama bertahun-tahun. Di antaranya karena terganggu kasus korupsi, hingga alotnya pembebasan lahan.

Oleh karena itu, Pemkot mesti untuk memiliki Legal Opinion (LO) untuk melanjutkan pembangunan tersebut dari Kajari dan juga Polres Malang kota.

“Dan beberapa hari yang lalu Kepala Kajari dan Kapolres sudah mengeluarkan Legal Opinion untuk pembangunan jembatan tahun ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, selama 7 tahun terakhir, pembangunan Jembatan Kedungkandang sudah empat kali dianggarkan. Sayangnya dalam beberapa tahun, rencana proyek itu berakhir menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Seperti pada tahun 2014 sebesar 50 miliar dan 2015 sebesar 30 miliar.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Dokumen Radar Malang
Editor : Indra M