MALANG KOTA – Hari ini (1/9), 380 sekolah SD dan SMP siap mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) dari para juri Green School Festival (GSF). Bertempat di lantai 2 aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, para peserta akan dijelaskan lebih detail mengenai guideline penjurian GSF 2018.

Ketua tim juri GSF, Fadillah Putra PhD menjelaskan untuk GSF kali ini setiap peserta harus tahu aspek penilaian dalam GSF. Ada tiga aspek penilaian yang diambil dari isu GSF. Pertama, UKS dan literasi teknologi informasi. Kedua, sosialisasi dan kampanye lingkungan berbasis teknologi informasi. Terakhir, karya inovatif pada masing-masing isu dalam bentuk media pembelajaran (produk) atau media konkret (produk atau konsep).

Di setiap aspek ini, akan ada indikator penilaian. ”Mengapa peserta harus tahu supaya mereka bisa mendapatkan poin penilaian yang banyak,” ujar Fadillah. Indikator penilaian sendiri, ada banyak poinnya. Namun, Fadillah mencontohkan seperti penggunaan bahan, penggunaan bahasa, presentasi, pemetaan isu harus tepat sasaran, ringkas tapi detail. ”Terutama bagaimana sekolah bisa menyajikan ke-9 isu yang ada di sekolahnya,” tambah dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB) ini.

Selain indikator penilaian, para peserta wajib tahu instrumen penilaian. Instrumen penilaian, berupa tata cara penilaian masing-masing juri. Mulai dari penilaian awal di sekolah hingga penilaian akhir sekolah harus bisa memengaruhi para juri. Proses penjuriannya sendiri dilakukan mulai 3 September mendatang hingga delapan hari ke depan. Setiap hari, ada sekitar 4 sekolah yang didatangi tim GSF. ”Timnya ada 9, per tim ada 3 orang,” tutur Fadillah.

Sebelumnya, pada 27–31 Agustus, para peserta berbondong-bondong mengumpulkan dokumen GSF untuk dinilai para juri. Ada dua folder yang wajib dikumpulkan. Folder pertama, ada tujuh berkas yang wajib dikumpulkan. Di antaranya, materi workshop, materi presentasi, pemetaan lingkungan, partisipasi, yel-yel, literasi teknologi informasi, dan dokumen kebijakan rencana serta aksi.

Folder kedua, abstraksi atau hasil kesimpulan dari pemetaan di masing-masing sekolah. Fadillah menyatakan, pengumpulan ini nantinya akan dipadukan dengan penilaian visitasi para juri. ”Mengapa digabung agar mendapatkan penilaian yang sempurna, mana saja sekolah yang sukses mengembangkan isu lingkungan dengan baik,” tukasnya.

 

Pewarta: Sandra Desi
Copy Editor: Dwi Lindawati
Peyunting: Mardi Sampurno