Setelah Asian Games, Persija Jakarta Terancam Gagal Pulang ke SUGBK | JawaPos.com

Setelah Asian Games, Persija Jakarta Terancam Gagal Pulang ke SUGBK | JawaPos.com

JawaPos.com – Status tim musafir sedang disandang Persija Jakarta. Saat ini tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut harus ngungsi ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul karena stadion yang terletak di Jakarta dan sekitarnya sedang disterilkan guna kepentingan Asian Games 2018.

Rencananya Persija akan balik ke Stadion Utama Gelora Bung Kanro (SUGBK) usai perhelatan Asian Games selesai digelar, September 2018 mendatang. Namun rencana itu bisa saja gagal terwujud sebab SUGBK ingin dipergunakan PSSI untuk menjadi venue di Piala AFC U-19 2018.

Menanggapi hal tersebut, Gede Widiade mengaku kurang setuju. Direktur Umum Persija Jakarta itu berharap PSSI memilih stadion lain untuk Piala AFC U-19 2018.

“Kami kan harusnya sudah bisa pulang ke Jakarta (usai Asian Games). Makanya kami minta PSSI, punya lapangan banyak kan, (Piala AFC) bisa digelar di seluruh Indonesia, tapi kami kan tidak bisa karena harus main di SUGBK atau Patriot (Bekasi). Kalau dua-duanya dipakai, masa kami mau mengungsi lagi,” ucap Gede Widiade.

“Makanya saya minta pengertian dari PSSI. Contoh U-19 bisa pakai Sidoarjo. Kalau Jakarta dipakai PSSI, main di mana lagi kami?,” sambungnya.

Menurut Gede, laga timnas sebaiknya diadakan di kota lain agar masyarakat di beberapa daerah bisa merasakan atmosfer yang sama seperti di Ibu Kota. Gede merasa selama ini pertandingan timnas hanya berpusat di dua kota yaitu Jakarta dan Sidoarjo.

“Kalau saya, karena PSSI milik Republik Indonesia makanya untuk timnas bisa main di luar Jakarta, supaya rasa memiliki dan tanggung jawab ini ada di seluruh Indonesia. Jangan main di Jakarta atau bahkan Sidoarjo saja. Kalau bisa main di seluruh Indonesia kan biar semuanya bisa mendukung,” pungkas pria yang juga merupakan pengusaha tersebut.

(ies/JPC)