Setelah 45 Tahun Menikah, Pasutri Lansia Ini Lega Akhirnya Dapat Buku Nikah, Kata Si Kakek : Cinta Saya Ini Dari Hati untuk Dia

KOTA MALANG – Suratman Hamami, 74, dan Siti Mudayah, 61 menjadi pasangan tertua yang mengikuti program nikah massal di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jumat (8/11).

Keduanya pun lega. Sebab, akhirnya, pernikahan keduanya telah resmi tercatat oleh negara.
Ya, Suratman dan Siti sejatinya sudah menikah pada 1974.

“Saya sudah lakukan pernikahan tahun 1974. Tapi waktu saya minta buku nikah, ternyata belum teregister di kantor kelurahan. Jadi gak dapat,” kata warga Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang ini.

“Bahkan sampai bertahun-tahun kemudian saya juga gagal, karena ternyata penghulu yang menikahkan saya meninggal dunia,” tuturnya.

Selama 45 tahun tanpa buku nikah, Suratman merasakan betapa susahnya mengurus berbagai administrasi. Termasuk mengurus kartu keluarga dan KTP.

Belum lagi, menghadapi omongan tetangga yang mengira mereka nikah siri.

“Tapi cinta saya ini rahmatan sudah dari hati. Kasih sayang itu dari hati dan hati saya untuk dia dan sebaliknya. Bahkan sampai sekarang sampai saya punya tiga cucu,” tuturnya.

Hingga akhirnya, ada program nikah massal dari JKJT (Jaring Kemanusiaan Jawa Timur).

“Akhirnya saya resmi nikahi dia. Semoga pernikahan kami nanti menjadi berkah bagi anak-anak dipermudah mengurusi KTP dan KK atau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tuturnya.
Sebagai informasi, dalam acara bertajuk JKJT Nikah Massal IV 2019 ini, ada 283 pasangan yang dinikahkan. Mereka berasal dari berbagai jenjang umur dan agama.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Rubianto
Editor: Indra M