Setahun, Polrestabes Surabaya Terima 194 Laporan Curas

JawaPos.com- Polrestabes Surabaya merilis hasil analisa dan evaluasi (annev) sepanjang 2018, Senin (31/12). Salah satu kasus yang menjadi perhatian polisi adalah jambret.

Berdasar data yang dicatat polisi, jambret dikategorikan sebagai tindak kejahatan curas. Tahun ini, terjadi penurunan tren curas yang dilaporkan ke polisi dibanding tahun lalu. (selengkapnya lihat grafis di bawah).

Kasus jambret terakhir kali yang dicatat JawaPos.com menimpa Anna Pujiastutik, 43, dan Talita Inama Alisia, 13, warga Gubeng Airlangga V, September lalu. Keduanya dijambret saat melintas di Jalan Indrapura sekitar pukul 04.00 WIB.



Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan menerangkan, jambret akan tetap menjadi perhatian tahun depan. Pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi untuk mencegah penjambretan.

Salah satunya adalah imbauan kepada masayarakat tentang cara membawa barang bawaan yang benar dan aman. Sehingga, tidak memancing orang untuk melakukan penjambretan.

“Masyarakat ini harus terus diedukasi. Misalnya membawa ransel atau barang lain jangan seperti itu. Karena kalau tetap seperti, pelaku dengan mudah melancarkan aksinya,” terang Rudi.

Tak hanya imbauan, pihaknya juga akan meminta Pemerintah Kota Surabaya agar menambah jumlah penerangan jalan umum (PJU) dan Closed-Circuit Television (CCTV). Kemudian, dia juga akan memerintahkan anggotanya untuk menambah intensitas patroli. Terutama, di jalan-jalan dan jam-jam rawan yang berpotensi adanya tindak kejahatan.

Ditanya soal tembak pelaku ditempat, Rudi menegas bahwa tindakan itu bisa saja diambil sesuai prosedur yang berlaku. Pihaknya tidak segan mengambil tindakan tegas jika pelaku sudah berani berbuat nekat.

“Masalah tembak di tempat, itu ada Perkap (Peraturan Kapolri). Ketika membahayakan masyarakat dan anggota polisi, itu (tembak ditempat) bisa saja dilakukan. Kami akan tetap mengacu pada aturan itu,” tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 tersebut.

Berikut perbandingan data curas tahun lalu dan tahun ini:*

2017

– Laporan yang diterima polisi: 262 kasus

– Kasus yang berhasil diungkap: 294 kasus

– Kasus yang terselesaikan hingga pengadilan: 363 kasus

2018

– Laporan yang diterima polisi: 194 kasus

– Kasus yang berhasil diungkap: 161 kasus

– Kasus yang terselesaikan hingga pengadilan: 165 kasus

*Sumber: Polrestabes Surabaya

(HDR/JPC)