Setahun, Hanya 170 Pengunjung yang Berizin

Pulau Sempu

KABUPATEN – Kepala Polhut Pulau Sempu Edy Kurnia mengakui, fakta sehari-hari, terlalu sulit mencegah wisatawan masuk ke Pulau Sempu. Sebab, ada banyak oknum yang ingin mengeruk untung dengan memfasilitasi wisatawan untuk masuk ke pulau tersebut.

”Bahkan, kami sering bersitegang dengan oknum yang mengajak wisatawan ke Pulau Sempu,” tandas Edy kemarin.

Dia menambahkan, kalaupun nanti BKSDA mengizinkan ada Taman Wisata Alam, dia setuju kalau yang dibuka untuk umum itu hanya beberapa spot wisata di dalam Pulau Sempu. Di antaranya, Segara Anakan dan Pantai Baru-Baru. ”Apa pun status cagar budaya harus dipertahankan,” tegas Edy Kurnia.

Sementara reaksi keras datang dari Aliansi Peduli Sempu. Mereka tegas menolak rencana alih status Pulau Sempu dari cagar alam menjadi Taman Wisata Alam. Juru bicara (jubir) aliansi, Agni Istighfar Paribata, menyatakan, kajian untuk alih status itu sudah terjadi sejak lama.

”Dulu sempat ada forum diskusi di Hotel 88 Surabaya juga,” terangnya.

Dari hasil diskusi yang diselenggarakan BKSDA Pemprov Jatim pada akhir 2014 itu dilampirkan beberapa data. Di antaranya, jumlah kunjungan sepanjang 2013. ”Total ada 30 ribu orang yang mengunjungi Pulau Sempu tanpa simaksi (surat izin masuk kawasan konservasi),” tambah Agni.

Fakta lampiran data itu tentu melanggar. Sebab, kawasan cagar alam tidak boleh dikunjungi sembarangan orang. Kecuali ada izin khusus dari BKSDA, yang biasanya untuk keperluan penelitian dan kajian ilmu pengetahuan.

”Hanya 170 kunjungan dengan simaksi. Ada pula 90 kunjungan untuk keperluan edukasi,” tambah Agni.

Fakta dari data itu sudah termasuk pelanggaran. Lantas, bagaimana tanggapan aliansi terhadap niatan membuat Taman Wisata Alam agar tidak ada pungli? ”Kami tetap menolak status Pulau Sempu diturunkan,” tegas Agni.

Adanya pungutan liar di Pulau Sempu yang kini masih menjadi cagar alam, dia tak mau ambil pusing. Yang pasti pihaknya akan terus mengawal agar rencana BKSDA menurunkan status Pulau Sempu menjadi taman wisata akan dikawal terus. ”Kami akan terus mengawal proses kajian tersebut,” tandas dia.

Pewarta: Irham Thoriq
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar