Sesak Nafas Picu Penyakit Jantung

Sesak nafas? Jangan diremehkan. Segeralah periksa ke dokter. Sebab, banyak penderita penyakit jantung yang meninggal lantaran terlambat penanganan.

Sesak nafas? Jangan diremehkan. Segeralah periksa ke dokter. Sebab, banyak penderita penyakit jantung yang meninggal lantaran terlambat penanganan.

Doker spesial jantung RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dr Novi Kurnianingsih SpJP menyatakan, sesak nafas merupakan salah satu tanda-tanda terserang penyakit jantung. ”Tapi, banyak pasien yang tidak tahu,” ujar Novi kemarin (23/6).

Novi menjelaskan, biasanya sesak nafas itu diiringi nyeri didada sebelah kiri. Durasi sesak nafas tersebut bisa berlangsung sampai 10 menit. Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, Novi mengkhawatirkan keselamatan orang tersebut.

Lantaran, ketidaktahuan tersebut berujung pada pola penanganan yang salah. ”Ada yang sesak nafas minta dipijit (dan berujung meninggal),” kata dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) itu.

Untuk menghindari berbagai jenis penyakit, termasuk jantung, Novi mengimbau agar masyarakat menerapkan polah hidup sehat. Itu bisa diwujudkan melalui pola makan teratur. Misalnya, mengonsumsi makanan rendah kolesterol.

Sementara untuk masyarakat berisiko tinggi (risti), Novi menyarankan agar rajin memeriksa kesehatannya. Masyarakat yang tergolong risti adalah yang sudah berusia di atas 40 tahun dan kebiasaan merokok.

Lantas, bagaimana bagi masyarakat yang sudah terserang penyakit jantung? Novi memaparkan pola penanganan lebih lanjut. Selain menggunakan infus, penanganan juga bisa dilakukan dengan memasang kateter atau ring.

Fungsi ring ini untuk melebarkan pembuluh darah yang sebelumnya tersumbat. Pemasangan ring saat ini dapat dilakukan di RS UMM, RS Aisyiah, RS Persabda, dan RS Saiful Anwar. ”Sekarang, di Kota Malang, masih empat rumah sakit,” kata alumnus Universitas Diponegoro (Undip) tersebut. (nra/c1/dan)