Server PPDB SMP Error

MALANG KOTA – Diperkirakan ada ratusan orang tua siswa gagal mendaftarkan anaknya sekolah di SMPN di Kota Malang. Sebab, hari pertama dan kedua pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP, server Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang error. Padahal, mereka berbondong-bondong mendaftar di awal agar peluangnya diterima lebih besar.

Akibatnya, sejumah orang tua siswa terpaksa pulang dan kembali lagi ke sekolah keesokanharinya. Salah satu orang tua siswa, Ritma, misalnya, sebenarnya dia sudah mendaftar di SMPN 4 Kota Malang sejak hari pertama Senin lalu (20/5). Saat itu, dia mendapatkan nomor antrean. Tapi, di tengah-tengah antrean menuju loket dia mendapat kabar bahwa server PPDB error.

”Terus saya tanya-tanya petugas, ternyata web-nya diklik ndak bisa. Akhirnya saya diminta input dan ambil print out di hari kedua PPDB,” ujar warga Penanggungan, Kecamatan Klojen, itu.

Hal serupa juga dialami M. Ahmad. Sejak awal dia sudah merancang mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 di hari pertama pendaftaran. Tapi, karena server error, terpaksa dia pulang dan kembali mendaftar lagi di hari kedua. ”Itu pun baru bisa diakses lagi di atas pukul 12.00,” kata dia.

Lantaran banyak orang tua siswa yang mengeluhkan server error, wartawan koran ini sempat membuka web PPDB milik disdik dengan alamat http://ppdb.dispendik.id, memang susah saat masuk menu pilihan. Bahkan, selepas jam pelayanan PPDB usai tepat pukul 14.00 juga tidak bisa diklik dan muncul keterangan error.



Dipicu Pendaftar Menumpuk di Hari Pertama

Sesuai jadwal dari Disdik Kota Malang, pendaftaran PPDB SMP jalur zonasi digelar selama tiga hari, 20–23 Mei. Hingga hari kedua pendaftaran, tercatat ada 8.430 siswa. Mereka memperebutkan sekitar 6.000-an kursi di 27 SMPN se-Kota Malang. Besok (23/5) bakal diumumkan siapa saja pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi (selengkapnya baca grafis).

Diduga, error-nya web PPDB SMP ini karena aktivitas pengguna server membeludak di hari pertama. Seperti di SMPN 1 Kota Malang, hari pertama pendaftaran saja diserbu lebih dari seratus siswa. Dibanding hari pertama PPDB tahun 2018 lalu, kadang satu sekolah melayani pendaftar tidak sampai 100 siswa.

Kepala SMPN 1 Kota Malang Budi Santoso menyatakan, server error karena banyaknya pengguna server. Menurut dia, ada beberapa hal yang memicu PPDB 2019 lebih ramai dibanding sebelumnya. ”Di antaranya, proses seleksinya berubah, makanya wali murid agak tergesa-gesa ke sekolah,” kata Budi.

Kali ini dalam peraturan PPDB Kota Malang, proses seleksi siswa tidak lagi menggunakan akumulasi nilai rapor dan nilai ujian. Tapi seleksi dilihat dari dua hal. Pertama, perankingan jarak terdekat dari sekolah. Kedua, waktu pendaftaran para siswa. Siapa lebih cepat mendaftar, lebih berpeluang diterima di sekolah tujuan.

”Karena dikira makin cepat ndaftar, bisa lebih diterima. Padahal, tidak otomatis begitu,” tambahnya.

Di aturan tertulis PPDB, waktu pendaftaran memang dijadikan poin untuk seleksi. Namun, hal itu dilakukan apabila ada dua siswa yang jarak antara domisili dan sekolahnya sama. Maka, agar adil kedua siswa ini bakal diseleksi melalui waktu pendaftaran.

Lalu adanya faktor zonasi yang berubah, bisa jadi dasar mengapa pendaftaran PPDB kali ini lebih lambat. Tahun 2019 ini, zonasi PPDB SMP dibagi ke dalam 9 zona. Per zona ada tiga SMP yang bisa diisi pendaftar dari sekitar 9 kelurahan tersebut.

Kualitas Operator Server di Sekolah Berbeda-beda

Jika 2018 lalu, zonasi PPDB mengatur satu sekolah diisi siswa dari dua sekolah. Karena itulah, banyak wali murid yang memilih mendaftar di beberapa sekolah tertentu.

Misalnya, yang sempat menjadi trending topic di Twitter dan beberapa akun media sosial (medsos) adalah antrean di SMPN 21 dan SMPN 23 Kota Malang. Di kedua SMPN ini saja, diperkirakan lebih dari 400 pendaftar di hari pertama. Akhirnya, beberapa petugas kewalahan dan sempat panik saat web PPDB down.

Ditengarai, menumpuknya pendaftar di satu sekolah mengakibatkan akses ke web PPDB terhambat. Namun, itu dibantah oleh salah satu programmer di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Kusmadi. Web yang sulit diakses ini merata dialami banyak sekolah.

Selain itu, kecakapan operator sekolah dalam meng-handle web juga menjadi pemicu web PPDB error. ”Karena operator di sekolah berbeda-beda karakternya. Ada yang ngerti, ada yang enggak, ada yang minta diajari, tapi ada juga yang pandai saat mengoperasikan web,” ucap Kusmadi.

Kusmadi sempat mengunjungi SMPN 13, SMPN 25, dan beberapa sekolah lain untuk mengecek PPDB. Berdasarkan pantauannya, ada beberapa browser sekolah yang tidak di-update sehingga mengakibatkan server PPDB lemot. ”Ada masalah browser-nya juga. Jadi, web-nya jadi sulit diakses,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM menyatakan, pihaknya terus memproses PPDB SMP ini. ”Saya masih harus berkoordinasi dengan tim. Nanti akan dilihat lagi kenapa kok sampai begitu (server error),” ujarnya.

Jika error hingga hari terakhir pendaftaran ini (22/5), apakah bakal ada perpanjangan waktu? Zubaidah belum bisa memastikan. ”Yang jelas, kami terus melayani semua kebutuhan siswa saat PPDB. Makanya, ini semua tim terjun untuk memantau,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan