Serius Bangun Vulcano Park, Butuh Rp 450 M

KEPANJEN – Wacana pembangunan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Bromo Tengger Semeru (BTS) di Kabupaten Malang menghadirkan sejumlah rencana baru. Salah satunya yakni rencana membangun destinasi wisata anyar bernama Vulcano Park. Sebelumnya, rencana itu sudah pernah disampaikan Pemkab Malang setelah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menunjuk mereka sebagai tuan rumah BOP BTS. Untuk diketahui sebelumnya, BOP BTS merupakan konsep pengembangan wisata yang diusung pemerintah pusat.

Tujuannya yakni memaksimalkan potensi di seluruh kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru. Beberapa waktu lalu, wacana pendirian BOP BTS tersebut sempat melandai. Kini isu tersebut kembali mencuat. Dasarnya tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di gerbang Kertosusila, BTS, selingkar Wilis, dan lintas selatan.

Pembangunan Vulcano Park di area BTS sendiri sudah masuk dalam rincian program prioritas. Dalam penjelasan teknis di peraturan tersebut, diketahui bila pembangunannya bakal ditempatkan di wilayah Kabupaten Malang. Total kebutuhan anggarannya mencapai Rp 450 miliar. Sumber dananya berasal dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Bupati Malang Drs H.M. Sanusi MM membenarkan bila wacana pembangunan Vulcano Park tersebut akan dilaksanakan pemerintah pusat. ”Sekarang sedang dikoordinasikan, pemerintah pusat sedang dalam proses mengkaji berapa lahan yang dibutuhkan,” kata Sanusi kemarin (13/1). Sebagai informasi awal, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bahwa lokasi Vulcano Park tersebut disiapkan di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo.

”Luasnya nanti bergantung pusat, karena ini program pemerintah pusat yang ditempatkan di daerah,” sambungnya. Soal konsep, sebagai gambaran, Sanusi menuturkan bahwa Vulcano Park BTS akan mirip seperti Vulcano Park yang ada di Lereng Gunung Merapi, Jogjakarta. ”Nanti juga akan ada museum yang di dalamnya terdapat prototipe bentuk maupun sejarah kawasan Bromo Tengger Semeru,” kata dia.

Mencuatnya wacana pembangunan Vulcano Park itu diharapkan bisa menambah minat wisatawan. Selain Vulcano Park, dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 itu juga ada alokasi anggaran Rp 104,3 miliar untuk peningkatan akses langsung jalan TNBTS dari Desa Wringinanom sampai ke area Jemplang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menuturkan bahwa seluruh usulan bupati Malang yang disampaikan dalam beberapa rapat koordinasi (rakor) dengan pemprov beberapa waktu lalu juga telah disepakati. Usulan tersebut memang berkutat pada pengembangan kawasan Bromo Tengger Semeru. ”Termasuk saya nanti juga kebagian (pekerjaan) untuk membangun instalasi pengolahan air minum (IPAM) dan pengaturan terkait tata ruang wilayahnya,” jelasnya.

Wahyu menyebut bahwa dengan diturunkannya perpres tersebut, maka tidak ada alasan lagi bagi pemerintah pusat, pemprov, dan pemerintah daerah untuk tidak melaksanakan program-program yang telah tersusun di dalamnya. ”Jadi, perpres ini akan lebih teknis dari pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Dengan demikian nanti usulan mulai dari musrenbang kota, pemprov, dan nasional juga harus mengacu pada perpres ini,” tutup Wahyu.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya