Sering Gagal Lelang, Serapan Dana Seret

KOTA BATU – Pemanfaatan anggaran daerah sepertinya harus digenjot. Hal itu karena hingga akhir April lalu, serapan anggaran daerah masih minim, yakni sekitar 17,4 persen.

Dari total belanja daerah yang tertuang dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Batu 2017 sebesar Rp 844 miliar, sampai saat ini baru terserap Rp 147 miliar.

Dengan demikian, anggaran yang belum terserap masih Rp 697 miliar.
Masih belum idealnya serapan anggaran ini karena ada sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum optimal melakukan penyerapan.

Setidaknya ada empat SKPD yang masih rendah dalam penyerapan ini. Ada yang masih baru menyerap 4,3 persen, 6,7 persen, 8,2 persen dan 3,3 persen.

”Serapan anggaran memang masih rendah karena dari total 37 SKPD, ada beberapa yang masih sangat rendah melakukan penyerapan,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, kemarin (5/5).

Punjul mengatakan, minimnya serapan itu disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya, ada beberapa proyek pembangunan yang belum selesai seratus persen hingga belum terbayar. Akhirnya, dana itu masih ngendon di kas daerah.

Kemudian, ada juga beberapa SKPD yang belum menyelesaikan surat pertanggung jawaban (SPJ) hingga efeknya menghambat penyelesaian.

”Selain itu, masih ada beberapa SKPD proyek yang seharusnya dilakukan bulan Maret dan April, tapi gagal,” ujar politikus PDIP ini.

Gagalnya lelang itu disebabkan minimnya peserta lelang atau tidak ada peserta yang memenuhi spesifikasi lelang.

Untuk itu, pihaknya sudah mengumpulkan beberapa SKPD yang belum maksimal dalam melakukan anggaran tersebut.

”Pak Wali Kota sudah memberikan arahan untuk segera dikomunikasikan dengan tim anggaran agar ada perubahan dalam PAK (perubahan anggaran keuangan, Red) APBD,” kata dia.

SKPD diminta agar melaporkan perkembangan lelang secara berkala. Hal itu untuk mengetahui pelaskanaan lelang dan yang belum dilelang. ”Awal Mei ini kami akan lakukan evaluasi lagi,” ujar dia.

Sementara itu, berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Batu, sejumlah proyek memang gagal dilelang pada awal tahun ini. Jenis pekerjaannya macam-macam.

Di antaranya, proyek Smart City dengan anggaran Rp 10 miliar; pengadaan mobil tangga pemadam kebakaran (PMK) Rp 9,4 miliar; Pembangunan pasar Kota Batu Rp 9 miliar, dan selebihnya lihat grafis.

Meskipun ada yang masih rendah dalam melakukan serapan anggaran, namun tidak sedikit yang sudah melakukannya secara maksimal.

Contohnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM). ”Serapannya sudah 31 persen dari total anggaran sebesar Rp 10 miliar,” beber Punjul.

Selanjutnya, untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah mencapai 13,1 persen. Dari total anggaran Rp 55 miliar yang disediakan, kini sudah terpakai Rp 7,2 miliar.

Salah satu pekerjaan yang sudah dirampungkan oleh DPUPR adalah akses jalan menuju wisata paralayang di kawasan Gunung Banyak. Jalan akses di kawasan wisata paralayang kini sudah mulus.

Sebab, sebelumnya sudah digerojok Rp 600 juta untuk membangun akses jalan yang ada di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, tersebut.
Pantauan wartawan koran ini, jalan sepanjang satu kilometer itu memang sudah mulus.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Ahmad Yahya
Foto: Radar Malang