Sergio Farias Pelatih, Bambang Pamungkas Manajer, Persija Target Juara

JawaPos.com – Persija Jakarta punya target tinggi musim ini. Setelah musim lalu terseok-seok di papan bawah dan akhirnya finis di papan tengah, klub berjuluk Macan Kemayoran itu ingin kembali bersaing di papan atas dan tentu saja berambisi merebut gelar musim ini.

Perubahan besar terjadi dalam tubuh Persija. Setelah tidak memperpanjang kontrak pelatih Edson Tavares, mereka kini merekrut Sergio Farias. Selain itu, mantan bintang Persija Bambang Pamungkas yang pensiun di akhir musim lalu kini menjabat sebagai manajer.

Farias punya pengalaman juara di Liga Champions Asia, diharapkan mampu menularkan prestasinya ke Persija. ”Saya senang pernah menjadi juara Liga Champions Asia, tapi itu sudah berlalu. Sekarang saya menginginkan tantangan baru,” kata Farias pada konferensi pers yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta.

Dia dikontrak dengan durasi satu tahun, plus opsi perpanjangan untuk musim mendatang. Farias telah 14 tahun berkiprah di negara-negara Asia. Kesuksesan tertingginya di level klub adalah saat membawa klub Korsel Pohang Steelers menjuarai Liga Champions Asia pada 2009.

Selain pernah mengecap kesuksesan di Liga Champions Asia, Sergio juga berkontribusi memberikan gelar Liga Korsel, Piala Korsel, dan Piala Liga Korsel untuk Pohang. Dia juga pernah membawa Brazil U-17 memenangi trofi Kejuaraan Amerika Selatan U-17 pada 2001.

Sementara itu, manajer Marsekal Pertama Ardhi Tjahjoko mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi tersebut. Sebagi gantinya, Presiden Persija Muhammad Prapanca memperkenalkan Bambang sebagai manajer anyar. ”Kami menunjuk Bepe (sapaan Bambang Pamungkas, Red) untuk menjadi manajer tim untuk musim 2020, dengan harapan dapat menjadi juara Liga 1,” kata Muhammad.

Bepe mengakui dirinya belum masih hijau dalam urusan manajerial, namun dia yakin dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, dia dapat berkontribusi maksimal untuk Macan Kemayoran. ”Saya memang belum pernah menjadi manajer tim. Tapi, sistem kerja tidak akan banyak berubah seperti saat saya menjadi kapten, tapi bedanya saya tidak berada di dalam lapangan,” kata Bepe.

Posisi manajer merupakan posisi yang cukup penting, namun Bepe berjanji dia hanya akan mengurusi hal-hal teknis di luar lapangan dan tidak akan mengintervensi keputusan pelatih Sergio Farias. Bepe menyatakan dirinya sempat ragu untuk menerima pinangan manajemen yang membujuknya untuk menjadi manajer. Namun, dia kemudian menerima karena merasa ada ikatan batin yang kuat antara dirinya dengan Persija Jakarta.

“Saya mau menjadi manajer Persija karena tim ini memiliki target tinggi. Kalau tidak ya untuk apa,” yakin Bepe.

Sebelumnya, bek senior Persija Jakarta Ismed Sofyan sempat ditanyai perihal posisi manajer Bepe, setelah Persija melakukan rutin pada Kamis. Pemain asal Aceh itu menyatakan dukungannya kepada sahabatnya tersebut. ”Saya pikir, cocok dan pantas. Sebab, sosok Bepe selain dia sudah lama berada di Persija, dia juga punya kemampuan untuk menjadi manajer,” tutur Ismed.