Serangan Gempa di Indonesia Capai 6000 Kali Setahun

KEPANJEN – Wilayah Indonesia yang merupakan daerah dengan pertemuan tiga lempeng utama dunia yakni eurasia, pasifik dan indo-australia menjadikannya daerah aktif gempabumi. Bahkan dalam setahun, terjadi gempa dalam berbagai magnitudo, terhitung sekitar 5000 sampai 6000 kali.

Hal tersebut diungkap Sujabar ST, Kepala UPT BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Tretes – Pasuruan. “Pertemuan lempeng tadi yang menyebabkan tumbukan yang akhirnya menyebabkan gempa terjadi,” ujarnya.

Namun, dari total 6000 tersebut, tidak semuanya terasa dan signifikan. “Gempa signifikan berkekuatan dengan Magnitude yang lebih dari 5.0 sebanyak 250 sampai 350 kali,” paparnya dalam acara Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi Penanggulangan Gempa dan Tsunami di Wilayah Pesisir Selatan Jawa Timur yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang.

Dari catatan Sujabar, gempa merusak terjadi 8 sampai 10 kali dalam setahun. “Dalam 2 tahun, gempa berpotensi tsubani terjsdi sebanyak 1 kali,” papar

Dihelat di PMI Kabupaten Malang, Kebonagung, 7 – 9 Agustus 2019, acara ini mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kabupaten Malang untuk mengumpulkan dokumen logistik yang mereka punyai dalam rangka mitigasi bencana. Bencana yang dimitagasi sendiri tidak hanya gempa dan tsunami, namun bisa juga banjir, longsor dan bencana alam lain.



Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia