Seram! Ada Alat Pembuk Otak Di Museum Kesehatan RSJ Lawang

LAWANG – Bagi Anda penyuka museum dan sejarah, tidak ada salahnya mencoba satu-satunya museum kesehatan jiwa di Indonesia yang berada di Rumah Sakit Jiwa dr. Radjiman Wediodinigrat. Edukatif sekaligus creepy bakal dirasakan saat masuk ke museum yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini.

Dibuka secara resmi pada 23 Juni 2009, pembukaan museum ini menandai ulang tahun ke 107 tahun Rumah Sakit yang dibuka pada tanggal yang sama namun di tahun 1902 itu. Rumah Sakit Jiwa ini dibuka secara resmi dengan nama Krankzinigen Gesticht te Lawang dengan pasien pertama berjumlah 500 pasien.

Tak ayal, museum yang berada di Rumah Sakit Jiwa tertua kedua di Indonesia setelah Bogor ini menyimpan berbagai barang-barang sejarah dari Rumah Sakit yang dulu dikenal dengan nama RSJ Sumberporong ini. Sejarah teknologi kesehatan jiwa bisa terlihat sejak masuk sampai keluar. Koleksi benda yang terpampang di dalam museum terbilang sadis, yang memang digunakan asli pada abad ke-19

Mashud, Pemandu Museum Keswa (Kesehatan Jiwa) RSJ Lawang bakal menyambut kita langsung. Seperti yang dirasakan radarmalang.id saat masuk ke sana, Senin, (15/4) lalu.

Sama seperti museum pada umumnya, suasana sepi, tidak banyak pengunjung di tempat tersebut. Di depan, kita akan disambut oleh dua manekin yang memakai baju khas dokter dan suster jaman dahulu, era penjajahan belanda.



Menjelang masuk, kita bakal disambut 700 koleksi benda-benda, dan dokumen kuno yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Rumah Sakit Jiwa peninggalan Belanda tersebut.

“Pengunjung museum ini memang bisa dibilang tidak banyak, kebanyakan langsung rombongan korporasi atau kalau tidak para mahasiswa kedokteran dan siswa yang ingin belajar tentang kedokteran,” ujar Mashud sembari berjalan sambil memberitahu sejarah benda benda di sana.

Museum Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat ini memang diharapkan menjadi wahana pembelajaran sekaligus saksi sejarah perkembangan teknologi kedokteran di bidang kesehatan jiwa di Indonesia.

Mulai masuk, radarmalang.id langsung disuguhkan pasung kayu, yang merupakan replika. Namun ada juga pasung dari besi yang memang pernah digunakan oleh warga Desa di daerah Trenggalek.

“Kalau yang kayu ini replika, tapi yang besi ini asli memang pernah digunakan, di lingkungan kita apalagi di desa, masih sering digunakan masyarakat untuk memasung penderita sakit jiwa,” papar Mashud.

Di sisi yang lain ada bak hydrotherapy, yang dulu digunakan tenaga medis RSJ pada abad ke-19 untuk merendam pasien gaduh gelisah yang kambuh agar tenang dan pasien tidak bisa memberontak.

“Ini ada juga janin yang diawetkan, yang diperkirakan sudah puluhan tahun umurnya, masih belum tahu janin siapa itu, yang pasti ditemukan di wilayah RSJ,” tambahnya.

Di seberang koleksi janin, ada sepasang straight jacket, yakni jaket coklat yang digunakan kepada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Gunanya untuk mengaitkan dua tangan ke belakang dengan posisi sedekap agar mereka tidak melukai diri sendiri. “Tapi sekarang sudah tidak digunakan kok, diganti yang lebih manusiawi,” kata Mashud.

Alat pengiris otak mungkin jadi koleksi paling seram di museum keswa ini. Bila pengunjung melihat pasti bergidik, akan sejarahnya. Alat ini kabarnya digunakan peneliti untuk meneliti otak manusia beserta gangguan-gangguan di dalamnya.

“Katanya sih pernah digunakan,” ujar Mashud. Selain itu ada juga alat kejut atau setrum untuk menyetrum pasien. Berbagai gergaji tulang juga ditemukan di bagian depan museum ini.

Yang paling menarik justru koleksi yang ada di bagian belakang museum. Ada lukisan berbagai aliran karya pasien RSJ Lawang yang memang dilukis sendiri oleh pasien.

“Iya ini memang dilukis sendiri oleh pasien RSJ dan mereka akan menjelaskan apa maksud lukisannya, kita juga tulis di bawah lukisan, yang jika diinterpretasikan seram seram maknanya,” tutup Mashud.

Asyiknya, untuk masuk ke museum ini, pengunjung tak ditarik biaya, alias gratis. Jam operasional wisata edukasi ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00, Senin hingga Jumat.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia