Separo Personel Polsek Awasi Kampanye

KEPANJEN – Geliat pesta demokrasi di tingkat desa mulai terasa sejak Jumat pekan lalu (21/6). Tepatnya sejak masa kampanye pemilihan kepala desa (pilkades) dimulai. Beragam cara dilakukan penyelenggara pilkades di masing-masing wilayah untuk memperkenalkan calon kepala desa (cakades)-nya. Ada yang diarak berkeliling perkampungan. Ada pula yang menggelar rapat terbuka bermaterikan penyampaian visi dan misi dari seluruh cakades.

Polisi tak ketinggalan ikut ambil bagian. Pengamanan terhadap jalannya masa kampanye terus dilakukan mereka. Kabag Ops Polres Malang Kompol Sunardi Riyono menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh jajaran polsek untuk melakukan pengamanan pada masa kampanye. Baik pengamanan secara face to face kepada para cakades ataupun pengamanan saat dilakukan kampanye terbuka.

”Sekaligus juga membuat baliho untuk mengajak masyarakat menciptakan situasi aman dan kondusif selama pilkades,” terangnya. Jumlah personel yang dikerahkan pun disesuaikan dengan agenda kampanye tiap cakades. Disesuaikan pula dengan ketersediaan personel di tiap polsek.

Terpisah, Kapolsek Gondanglegi Kompol Mas Akhmad Sujalmo SH mengaku bila pihaknya telah mengerahkan separo dari total keseluruhan personelnya yang berjumlah 28 orang untuk mengawal agenda kampanye pilkades. ”Termasuk saya dan wakapolsek juga ikut mengamankan rangkaian pilkades ini,” kata dia. Total ada 11 desa di Kecamatan Gondanglegi yang bakal turut serta dalam pilkades serentak tahun ini.

Selain pengamanan, pihaknya juga mulai intens mengawasi sejumlah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti potensi kericuhan, perjudian, dan money politics. ”Apalagi pada saat kampanye, baik itu kampanye tertutup atau kampanye terbuka,” sambung dua.



Senada dengannya, Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo Riyanto SH mengaku sudah berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Singosari untuk membantu dalam pengamanan rangkaian pilkades. ”Untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami batasi waktu kampanye hingga pukul 17.00,” terang dia.

Total ada 30 polsek di bawah jajaran Polres Malang yang bakal mengawasi jalannya masa kampanye. Selain itu, ada tiga polsek dari jajaran Polres Batu yang turut melakukan pengamanan. Ketiganya yakni Polsek Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Total ada 33 polsek yang mengawasi jalannya kampanye pilkades. Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji menyebut bila masa kampanye pilkades sebenarnya tersaji pada tanggal 21, 24, dan 25 Juni.

”Tapi untuk tanggal 22 dan 23, jika disepakati oleh panitia pilkades di masing-masing desa, maka calon kepala desa boleh melakukan kampanye,” kata dia. Dengan begitu, hari ini (25/6) adalah hari terakhir masa kampanye pilkades tersaji. Berikutnya bakal memasuki masa tenang mulai tanggal 26, 27, dan 28 Juni.

Tertera dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 21 Tahun 2018 tentang Pilkades, dijelaskan bila kampanye bisa dilaksanakan dalam kegiatan seperti pertemuan terbatas, tatap muka, dialog, dan penyerahan bahan kampanye kepada masyarakat umum. ”Bisa juga dengan cara pemasangan alat peraga di tempat kampanye atau di tempat lain yang ditentukan panitia pemilihan,” tambahnya.

Adapun larangan yang tidak diperbolehkan dalam kampanye pilkades didasarkan pada dasar negara Pancasila dan UUD 1945. ”Di dalamnya termasuk juga (dilarang) menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan atau calon kepala desa yang lain,” terangnya. Total ada 10 poin pelanggaran kampanye yang diatur dalam perbup tersebut.

Jika kedapatan ada cakades yang melakukan pelanggaran, Suwadji menuturkan bila kewenangan untuk menjatuhkan sanksi melekat pada panitia pemilihan desa. Jenis sanksinya pun bisa beragam. ”Jika sampai terjadi gangguan di tempat terjadinya pelanggaran maupun di tempat lain, maka sanksinya bisa berupa penghentian kegiatan kampanye,” jelas Suwadji.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pilkades Serentak 2019 akan diikuti oleh 269 desa yang tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Total ada 858 cakades yang bakal bersaing pada 30 Juni mendatang.

Pewarta : Imam Nasrodin, Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Rubianto