Sepakat Upah Buruh Naik Tipis Rp 191 Ribu

Teka-teki angka perkiraan upah minum kota/kabupaten (UMK) tahun depan akhirnya terjawab. Angkanya sebesar Rp 2.384.168. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan UMK tahun 2017 yang sebesar Rp 2.193.150. Dibanding tahun ini, maka terjadi selisih sebesar Rp 191.018. Selisih tersebut juga lebih besar dibandingkan angka UMK tahun ini dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 167 ribu.

KOTA BATU – Teka-teki angka perkiraan upah minum kota/kabupaten (UMK) tahun depan akhirnya terjawab. Angkanya sebesar Rp 2.384.168. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan UMK tahun 2017 yang sebesar Rp 2.193.150. Dibanding tahun ini, maka terjadi selisih sebesar Rp 191.018. Selisih tersebut juga lebih besar dibandingkan angka UMK tahun ini dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 167 ribu.

Hanya, angka UMK sebesar Rp 2,3 juta tersebut masih berupa usulan. Sebab, angka tersebut merupakan angka yang diputuskan oleh Dewan Pengupahan Kota Batu. Putusan itu sebagaimana hasil rapat di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Kota Batu kemarin (19/10). ”Setelah melalui perhitungan, ada kenaikan. Akhirnya ada kesepakatan angka UMK tahun depan naik,” kata Ketua Dewan Pengupahan Kota Batu Eny Rachyuningsih usai menggelar rapat kemarin.

Eny lantas menjelaskan, ada dua hal yang ditentukan dalam rapat kemarin. Pertama, penghitungan kebutuhan hidup layak (KHL). Dan yang kedua adalah besarnya UMK Kota Batu. Pada penetapan KHL, ditetapkan bahwa KHL sebesar Rp 2.028.683.

Perhitungan itu, lanjut Eny, berdasarkan dari keputusan Menteri Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Nomor 13 Tahun 2013 dan dilakukan perubahan dengan Peraturan Kemenakertrans Nomor 21 Tahun 2016 tentang KHL. Teknisnya, melalui survei terhadap sekitar 60 item harga kebutuhan yang ada di Kota Batu. Mulai dari makanan, minuman, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan tabungan. Pelaksanaan survei itu dilakukan tiga tahap. Yakni, pada bulan Mei, Juli, dan September.

”Jadi, dalam menghitung KHL tidak melenceng dari keputusan menteri. Hasilnya, sebagaimana telah disepekatai, KHL sebesar Rp 2.028.683,” beber Eny yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Kota Batu itu.



Sementara, perhitungan UMK berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Ada rumus yang sudah ditentukan untuk menghitung UMK. Di antaranya adalah besarnya KHL, inflasi, produk domistik bruto, dan UMK tahun berjalan. Nah, berdasarkan perhitungan itu, didapatkan angka Rp 2.384.168. ”Meski sudah ditemukan angka, namun hasil UMK tersebut masih belum final. Sebab, masih akan diajukan ke gubernur Jawa Timur,” ungkap mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah tersebut.

Rencananya, besarnya angka UMK usulan itu akan diajukan paling lambat minggu depan. Sebab, sebelum diajukan ke gubernur, hal itu harus dilaporkan terlebih dahulu ke wali kota.

Dia menambahkan, saat pembahasan besaran nilai KHL dan UMK sudah tidak ada perdebatan. Sebab, semua yang hadir mengetahui prosesnya dan telah menyetujui. ”Semua hadir. Saat penentuan juga tidak ada protes,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Batu Purtomo menyatakan, pihaknya menyetujui karena sudah ada kenaikan UMK. ”Sebelumnya juga sempat tarik-menarik, karena pekerja kan pasti ingin naik. Namun, pengusaha ingin turun. Tapi, sekarang sudah ditentukan, dan sudah sepakat,” kata dia.

Mengenai angka yang ditetapkan itu, lanjut dia, juga sudah sesuai. Sebab, sudah di atas KHL. ”Tinggal nanti menunggu pengesahannya saja. Kalau turun, jelas tidak bisa. Tapi kalau naik (dari gubernur) masih bisa,” tandas Purtomo.

Rapat yang digelar di kantor dinas itu, selain dihadiri SPSI Kota Batu, juga dihadiri Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batu. Pertemuan tersebut juga mengundang pakar dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Ahmad Yahya
Copy Editor : Arief Rohman