Sepak Terjang Karir Ari Askhara: Bermula di Bank, Tersungkur di Garuda

JawaPos.com – Nama Ari Askhara bukan nama baru di jajaran badan usaha milik negara (BUMN). Sebelum menjabat orang nomor satu di Garuda Indonesia, dia pernah malang melintang di sejumlah BUMN.

Di Garuda, pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra itu telah menjabat Dirut selama 1 tahun 3 bulan.

Dia ditunjuk sebagai Dirut berdasar RUPSLB pada 12 September 2018. Saat itu Ari resmi menggantikan Pahala Mansury. Namun, karir Ari di Garuda harus terhenti karena skandal penyelundupan yang dilakukannya. Praktik kotor itu tentu mengagetkan banyak pihak.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengungkapkan, penyelundupan Harley-Davidson melalui pesawat baru kali ini terjadi. Dia menyatakan, petugas di lapangan sangat jeli sehingga bisa mengamankan Harley-Davidson serta barang lain berupa sepeda Brompton.

”Asumsinya mungkin Bea Cukai nggak akan periksa karena bukan regular flight,” tuturnya di kantor Kementerian Keuangan kemarin (5/12).

Alhasil, kini Ari harus tersungkur dari jabatan orang nomor satu di Garuda. Posisinya akan digantikan pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk dalam waktu dekat.

Bagaimana sepak terjang Ari selama ini? Dia memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia (Eksim) yang kini berubah menjadi Bank Mandiri. Pria 48 tahun itu berkarir di bank pelat merah tersebut hingga mencapai posisi assistant vice president setelah 11 tahun bekerja.

Pada 2005, dia menjabat sejumlah posisi di beberapa perusahaan keuangan internasional. Di antaranya, vice president Deutsche Bank, direktur di Barclays Investment Bank, hingga executive director of natural resources group di ANZ Indonesia.

Ari lantas kembali ke BUMN dan menjabat direktur keuangan Pelindo III pada Mei 2014. Tidak lama kemudian, melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Garuda, dia ditunjuk sebagai direktur keuangan pada Desember 2014. Setelah itu, dia menjadi direktur human capital dan pengembangan sistem PT Wijaya Karya pada 2016.

Setelah itu, dia didapuk menjadi direktur utama Pelindo III pada Mei 2017. Sepak terjangnya berlanjut hingga dia diangkat menteri BUMN kala itu, Rini Soemarno, sebagai dirut Garuda Indonesia pada September tahun lalu.

Penunjukan Ari bukan tanpa sebab. Dia ditugasi memperbaiki kondisi maskapai penerbangan yang terus-menerus merugi itu. Namun, terjadilah skandal laporan keuangan yang membuat Garuda mendapat sanksi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam laporan keuangan 2018, Garuda mampu memperoleh laba bersih hingga USD 809 ribu atau Rp 11,5 miliar. Padahal tahun sebelumnya masih rugi USD 216,5 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

Bukan hanya BPK. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjatuhkan hukuman denda total Rp 1,25 miliar kepada Garuda beserta jajaran dewan komisaris dan direksi. Sanksi tersebut terkait dengan penyajian laporan keuangan 2018 dan kuartal I 2019.

Secara terperinci, OJK mengenakan sanksi administratif berupa denda Rp 100 juta kepada Garuda. Sanksi diberikan atas pelanggaran Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.

Kemudian, OJK menjatuhkan denda masing-masing Rp 100 juta kepada seluruh direksi Garuda yang bertanggung jawab menyajikan laporan keuangan 2018. Denda tersebut dikenakan atas pelanggaran Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi berupa denda Rp 250 juta kepada Garuda. Sanksi tersebut dikenakan atas penyajian Laporan Keuangan Perusahaan Kuartal I 2019.

KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) juga sempat mempermasalahkan Ari karena merangkap jabatan sebagai komisaris utama Sriwijaya Air. Rangkap jabatan itu dinilai bisa memantik monopoli jasa penerbangan. Ari akhirnya mengundurkan diri dari Sriwijaya Air.

Nama Ari juga sempat memicu kontroversi saat dikaitkan dengan YouTuber Rius Vernandes dan Elwiyana Monica. Kontroversi itu berawal saat Rius dan Elwiyana mengunggah InstaStory mengenai kartu menu kelas bisnis Garuda Indonesia rute Sydney–Denpasar yang bertulisan tangan.

Setelah mengunggah foto tersebut, Rius mendapat surat panggilan dari polisi yang ditujukan kepada dirinya dan Elwiyana. Rupanya, pihak Garuda melaporkan dua YouTuber tersebut atas dugaan pencemaran nama baik.

Namun, persoalan itu berujung damai. Ari bahkan memanjakan Rius dengan mengundangnya untuk mengulas semua fasilitas penerbangan di maskapai pelat merah tersebut. Bahkan, Ari memberikan tiket gratis penerbangan kelas satu Garuda kepada Rius. Tujuannya, fasilitas penerbangannya bisa diulas sehingga kekurangannya bisa diketahui.