Sentimen Makroekonomi Diharapkan Bisa Kerek IHSG Kembali Menghijau

Sentimen Makroekonomi Diharapkan Bisa Kerek IHSG Kembali Menghijau

RADAR MALANG ONLINE – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah akhir pekan lalu yang dibarengi dengan adanya rebalancing saham-saham dalam indeks MSCI diharapkan hanya bersifat sementara. Sejumlah sentimen positif di dalam negeri diharapkan bisa mengerek laju indeks komposite pada perdagangan hari ini.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, masih adanya sejumlah sentimen positif dari makroekonomi dalam negeri terutama penguatan Rupiah diharapkan masih dapat bertahan sehingga mampu mengangkat IHSG kembali ke zona hijaunya.

“Pergerakan IHSG mengakhiri perdagangannya di akhir bulan Mei dengan pelemahan. Masih adanya imbas sentimen negatif dari global yang membuat pelaku pasar kembali panik membuat laju IHSG kembali melanjutkan pelemahannya,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/6).

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia, tepat penyelenggara perdagangan saham PT BEI berkantor (DOK. MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Bahkan, kata Reza, mulai meredanya aksi jual di bursa saham Asia dimana cenderung bergerak positif tidak mampu memberikan imbas positifnya pada IHSG yang masih melemah.



“Aksi ambil untung pun kembali terjadi seiring dengan masih adanya kepanikan dan kekhawatiran pasar terhadap kondisi global yang dapat berpengaruh pada kondisi di dalam negeri,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, aksi ambil untung tersebut juga dibarengi dengan adanya rebalancing portofolio dari para pengelola dana.

Sebelumnya, sekitar tanggal 14 Mei 2018, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perubahan komposisi indeksnya yaitu MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index yang berlaku efektif setelah penutupan tanggal 31 Mei 2018.

“Namun demikian, tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah. Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 5.954-5.968 dan resisten 6.011-6.029,” tandasnya.

(mys/JPC)