Sentilan MCW di Hari Anti Korupsi

PESANGGRAHAN Memperingati  Hari Anti Korupsi Sedunia, Malang Corruption Watch (MCW) bersama Omah Rakyat kemarin (9/12) menggelar aksi di depan Balai Kota Among Tani. Dalam keterangannya, Kepala Divisi Korupsi Politik MCW Bayu Prasetya menyebut bila saat ini masih banyak penguasa atau pemimpin yang menggunakan jalan tidak benar untuk meraih kedudukan. ”Hari ini (9/12) kami ingin mengajak masyarakat dalam memilih pemimpin untuk lebih selektif lagi,” kata dia.

Aksi tersebut juga disisipi dengan sentilan MCW terhadap enam dugaan kasus korupsi di Kota Batu. Di antaranya yakni dugaan korupsi pajak bumi dan bangunan (PBB), serta dugaan korupsi pembangunan Among Tani.

”Selain itu ada pula dugaan korupsi pembangunan pasar sayur, kebocoran anggaran pendapatan Kota Batu, dugaan penyelewengan dana PT BWR, dan dugaan korupsi aliran dana kampanye,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Omah Rakyat, Saiful Amin, turut mengajak masyarakat untuk bersemangat melakukan pengawalan terhadap aktivitas pemerintahan. ”Masyarakat harus terlibat dalam agenda pemberantasan korupsi, dikarenakan mereka lah yang menjadi korban dari tindakan korupsi,” jelas dia. Dalam aksi kemarin, kelompok yang mengatasnamakan diri dengan Aliansi Masyarakat Batu (AMB) turut menyampaikan tiga tuntutan.

Pertama, pemkot dan DPRD Kota Batu harus melakukan evaluasi terkait tata kelola birokrasi dan APBD. Tujuannya agar tidak berpotensi terjadi korupsi. Kemudian, aparat penegak hukum harus segera memberantas dan menindak tegas pelaku korupsi.

”Selain dua hal itu, ada lagi. Yakni mengajak masyarakat agar terlibat aktif memantau, melaporkan, serta melakukan advokasi,” tambah Saiful.

Sejumlah perangkat turut digunakan dalam aksi kemarin. Ada kursi yang berwarna keemasan dengan kaki kursi menginjak sandal jepit. Hal itu bermakna masih adanya penguasa yang zalim dengan seenaknya menindas rakyat kecil. Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso turut mengapresiasi adanya aksi tersebut.

”Jadi tidak mungkin pemerintah daerah itu tidak ada celah ya. Kami mengusahakan tidak ada celah, namun ketika ada celah atau permasalahan-permasalahan, akan kami selesaikan dengan masukan dari teman-teman media, MCW, LSM, dan stakeholder yang ada,” papar Punjul.

Soal transparansi, dia memastikan bila pemkot selama ini sudah melakukannya. ”Soal APBD ya kami publish di media masa, pers rilis setiap pembahasan ada juga. Setelah APBD disahkan dan diundangkan, itu masing-masing fraksi mendapatkan semua (pemberitahuan),” paparnya.

Soal dugaan kurangnya transparansi pada kasus PT BWR dan proyek pembangunan Pasar Sayur, Punjul kembali menyerahkan kepada masing-masing pihak untuk menafsirkannya.

”PT BWR apanya yang kurang transparan? Kami memberikan modal kepada PT BWR melalui perda yang ada, setiap tahun dia juga melakukan pertanggungjawaban,” sambungnya. Soal pembangunan pasar sayur, dia juga menerangkan bahwa pemenangnya sudah jelas.

Serta sudah melalui mekanisme yang berlaku, salah satunya yakni lelang. ”Apalagi sekarang setiap pembangunan-pembangunan di Kota Batu dikawal melalui Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D). Jadi tidak mungkin kalau kami tidak transparan,” tutupnya.

Pewarta : Wasyi’un
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya