Sensasi Petenis Remaja Berusia 15 Tahun Berlanjut

JawaPos.com – Petenis belia Amerika Serikat Cori ’’Coco’’ Gauff membuktikan bahwa sensasinya enam bulan lalu kala membabat Venus Williams di babak pertama Wimbledon bukanlah kebetulan. Kemarin (20/1) di Australia Terbuka, juga di babak pembuka, petenis 15 tahun tersebut sekali lagi mengirim pulang Venus dengan kemenangan meyakinkan 7-6, 6-3.

Gauff seperti kartu mati bagi kakak kandung Serena Williams tersebut. Dua kali bersua, petenis 39 tahun itu selalu gagal membendung ketajaman Coco. Hanya butuh 1 jam 37 menit bagi Coco untuk menyelesaikan pertandingan di Margaret Court Arena tersebut.

’’Kali ini aku datang dengan lebih percaya diri,” ucap Coco yang kini menduduki ranking ke-66 dunia dilansir The Guardian.

Dia juga mengaku mulai terbiasa bermain di lapangan besar. Kerumunan penonton tidak lagi membuatnya gentar. ’’Aku belajar banyak dari grand slam-grand slam yang aku ikuti sebelumnya,” tambah juara Linz Open 2019 itu.

Venus, yang kini sudah menginjak usia 39 tahun, mengakui tenaganya tak lagi mampu menghadapi power besar yang dimiliki Gauff. Venus kemarin tampak kewalahan meladeni permainan reli maupun strategi menunggu bola di depan net yang dilancarkan Gauff. Venus kerap membuat kesalahan sendiri. Statistik menyebut 41 kali dia melakukan unforced error. Sebelas kali lebih banyak dibanding Gauff.

’’Dia sangat konsisten. Begitu fokus. Sama seperti pertemuan pertama lalu. Aku kira dia akan mendapat hasil yang baik di turnamen ini,” ucap Venus yang sudah mengumpulkan tujuh trofi grand slam sepanjang karir. Empat di antaranya dia rebut sebelum Gauff lahir.

Kemenangan tersebut sekaligus membuka peluang Gauff bersua kembali dengan juara bertahan Australia Terbuka Naomi Osaka. Syaratnya, kedua petenis harus sama-sama mampu menaklukkan lawan mereka lebih dulu di babak kedua. Di sana Gauff akan menantang petenis Rumania Sorana Cristea. Sementara itu, Osaka meladeni petenis Tiongkok Zheng Sai Sai.

Osaka lolos ke babak kedua setelah menang dua set langsung atas petenis Republik Ceko Marie Bouzkova 6-2, 6-4. Petenis Jepang itu datang ke Melbourne dengan membawa peluang menjadi petenis tunggal putri kesembilan dalam sejarah yang sukses merengkuh gelar Australia Terbuka secara back-to-back.

’’Jujur, aku tidak punya mental juara bertahan. Itu malah membuatku aneh. Aku hanya bahagia bisa menang,” ucap petenis yang kini menduduki ranking keempat dunia tersebut.

Petenis unggulan lain di tunggal putri juga masih berhasil melaju ke babak kedua. Di antaranya ranking satu dunia Ashleigh Barty. Juga Serena Williams yang memburu rekor Margaret Court sebagai petenis putri dengan gelar grand slam terbanyak sepanjang sejarah, yakni 24 gelar. Kini Serena sudah mengumpulkan 23 gelar grand slam.

Selain itu, Caroline Wozniacki yang menjadikan Australia Terbuka sebagai turnamen terakhirnya sebelum pensiun berhasil melewati hadangan pertama. Petenis Denmark itu mengempaskan Kristie Ahn 6-1, 6-3. ’’Ada begitu besar emosi yang aku rasakan. Tapi, aku berusaha terus mengendalikannya,” ucap Wozniacki dilansir ESPN.