Sengketa Ruko BS Riadi, Korban Klaim Rugi Rp 7 M

MALANG KOTA – Sengketa aset berupa lahan dan ruko di Jalan BS Riyadi 129 memakan sejumlah korban. Pemkot Malang yang dinyatakan sebagai pemilik lahan itu misalnya, rugi sekitar Rp 3 miliar. Selain pemkot, juga ada Maria Purbowati, 42, warga Bareng, Klojen, yang mengklaim rugi sekitar Rp 7 miliar akibat sengketa belum berujung itu.

Ceritanya, sebelum sengketa itu menyeruak ke publik beberapa bulan lalu, Maria sudah melakukan tukar guling ruko miliknya di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dengan ruko di Jalan BS Riyadi 129. Saat itu, dia bertransaksi dengan Candra Heri Putra, salah satu pemilik ruko yang bersengketa itu.

Maria bertransaksi dengan Candra karena ”aset 129”, sebutan lain lahan dan ruko di Jalan BS Riyadi 129, yang sengketa itu atas nama Candra Heri Putra. Itu berdasar nama yang tertera pada surat izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikeluarkan Dinas Perizinan (kini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Malang pada 25 April 2017.

Nah, ketika Maria tahu jika tanah itu sedang dipermasalahkan Pemkot Malang, dia pun meminta ruko di Jalan Soehat dikembalikan. Namun rupanya, tidak ada tanggapan dari Candra. Maka, Maria melaporkan Candra dan Leonardo Wiebowo Soegio, 31, warga Klojen, ke Polres Malang Kota dan kejaksaan. Nama Leonardo ikut dilaporkan karena dianggap bersekongkol dengan Candra.

”Setelah tahu itu aset negara, saya jelas minta dikembalikan aset saya yang ditukar,” terangnya.

Yang membuat Maria tidak terima, ketika dia minta agar ruko dikembalikan, ternyata Candra menyebut sertifikatnya sudah hilang. Dari situlah dia menduga ada persekongkolan antara dua terlapor dengan notaris Natalia Christiana, 47, warga Klojen. Maria pun membeberkan bukti-bukti kasus ini ke Kejari Kota Malang.

Maria mengaku, dirinya melacak sendiri status lahan aset 129 tersebut. Dia awalnya membaca sertifikat hak milik (SHM) 1606. Bukti-bukti yang dia kumpulkan kemudian dia beberkan di kejaksaan.

”Saya minta kejaksaan benar-benar serius menangani kasus ini. Kerugian saya sudah banyak. Aset bangunan saya itu kalau diuangkan, tujuh miliar. Sekarang saya kehilangan semuanya,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Malang.

Pada Kamis siang (11/10), kerabat Leonardo melakukan pengembalian sertifikat tanah di Kejari Kota Malang. Ada 3 sertifikat yang dikembalikan dan diduga direkayasa menjadi aset pribadi.

”Ada tiga sertifikat yang diserahkan istri bersama ibu tersangka Leonardo. Sebenarnya ada empat, yang satu mungkin masih di tangan orang lain,” kata Kajari Kota Malang Amran Lakoni.

Sertifikat tersebut nantinya secara otomatis menjadi barang bukti sitaan. Tiga sertifikat tersebut bernomor 1612, 1613, dan 1614. Sementara sertifikat 1606, Amran menyatakan, masih belum ditemukan. ”Yang penting sertifikat aset ini kembali. Tinggal satu lagi yang belum,” lanjutnya.

Meski begitu, Amran menegaskan kasus ini terus lanjut. Sudah ada dua tersangka. Yakni Leonardo dan Natalia. Yang masih menjadi pertanyaan, kenapa Candra justru ”aman-aman” saja? Apakah memang Candra tidak bersalah dalam kasus ini? Atau kejaksaan punya strategi lain? ”Yang pasti, proses kasus ini berjalan terus,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, skandal penjualan aset 129 memasuki babak baru. Notaris Natalia Christiana, 47, terbukti terlibat dalam kasus tersebut. Perempuan yang beralamat di Jalan Taman Gayam, Kota Malang, ini resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kota Malang setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka.

Karena kasus ini, Natalia terancam mendapatkan hukuman 20 tahun. Natalia ditahan di Lapas Wanita Kelas II A Malang dan menjadi tahanan titipan mulai Rabu lalu (3/10) hingga 22 Oktober 2018. Kejari Kota Malang menahannya atas Surat Perintah Penahanan (tingkat penyidikan) No. 1921/0.5.11/Fd.1/10/2018, (3/10).

Natalia dijerat Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, Leonardo Wiebowo Soegio, 31, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan (rutan) Kejaksaan Tinggi Jatim Selasa (31/7).

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib