Sempat Vakum di 2018, DLH dan ITN Malang Kembali Hidupkan Kampung Bersinar

KOTA MALANG – Kampung Bersinar (Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi) merupakan program pengelolaan lingkungan yang digagas Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Program yang telah ada sejak tahun 2012 ini juga bergerak bersama Program Studi Teknik Lingkungan ITN (Institut Teknologi Nasional) Malang www.itn.ac.id. Disinyalir program ini sempat mandek di tahun 2018 karena pergantian kepemimpinan DLH.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Lingkungan ITN Malang, Sudiro, ST, MT menjadi salah satu yang berusaha menghadirkan kembali Kampung Bersinar. “Karena tahun lalu nggak ada itulah maka saya ajak dari DLH ayo kita rembug lagi kita adakan lagi (kampung bersinar). Konsepnya kayak gimana ayo diomongkan,” ceritanya. Kampung Bersinar sendiri dikenal dengan suatu ajang antar RW untuk bersama beradu kreativitas dalam hal pengelolaan lingkungan.

Tak muluk-muluk Sudiro berusaha menghidupkan kegiatan ini hanya agar kualitas lingkungan Kota Malang di tingkat RW semakin baik disetiap tahunnya. Baik dari segi persampahan, air limbah, penghijauan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakatnya. Kelima hal itulah yang menjadi tolak ukur penilaian Kampung Bersinar. Bangganya, dalam hal ini Sudiro mewakili ITN Malang menjadi Koordinator juri Kampung Bersinar.

Sejak 26 Juni hingga Agustus mendatang ia bersama 2 juri lain yang diwakili DLH sudah mulai melakukan penjurian di setidaknya kurang lebih 100 RW dari 36 kelurahan di Kota Malang. “Kebetulan saya dari ITN menilai khusus terutama dari aspek sanitasi yakni masalah persampahan dan limbah,” tegasnya.

Nantinya ratusan RW tersebut akan diseleksi menjadi 50 besar, kemudian mengerucut menjadi 10 besar, dan terakhir 5 besar. Pengumumannya akan dilakukan bertepatan pada Hari Pahlawan Nasional yakni 10 November 2019. Tak cuma dari kebersihan dan penghijauan namun kreativitas atau inovasi menjadi perhatian penting pada penilaian tahun ini.



“Tahun-tahun sebelumnya yang unggul ya dari segi penghijauan. Harapannya tahun ini adalah yang kelihatan unggul banget dari segi inovasi,” tegas dia. Inovasi yang dimaksud adalah yang memelihara lingkungan seperti pemanfaatan botol bekas maupun pemanfaatan ban bekas. “Ini (inovasi) yang masih jarang saya temui. Semoga tahun ini banyak lah yang punya ide inovasi,” imbuh dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia