Sempat Gempar, Polisi Imbau Warga Tak Termakan Hoax Penculikan Anak






JawaPos.com- Warga Jalan Tambak Asri RW VI, Krembangan, Surabaya sempat meneriaki seorang perempuan bernama Kholisatul Khoadah, 29, kemarin (2/11). Pasalnya, Kholisatul dikira sebagai penculik anak. Faktanya, dia hanya menderita gangguan jiwa. 





Polisi sudah mengonfirmasi pihak keluarga Kholisatul. Korps Bhayangkara juga sudah menerima surat keterangan diagnosa dokter jiwa dari kelurahan setempat di Bojonegoro. 





“Faktanya memang benar sakit jiwa sejak 2010 lalu. Jadi, kami imbau bagi masyatakat, tolong jangan terbawa dan berhalusinasi dengan bayang-bayang orang gila,” tegas Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami kepada JawaPos.com, Sabtu (3/11). 





Esti mengatakan, ada beberapa bukti pendukung yang menyatakan perempuan tersebut menderita gangguan jiwa. Selain keterangan dari pihak keluarga, polisi juga telah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap Kholisatul. 





“Kalau dari wajahnya, memang sudah tampak (gangguan jiwa, Red). Lalu, kami tes sidik jari. Dari situ kami tahu identitasnya. Kemudian kami hubungi keluarganya. Ternyata benar sakit jiwa,” kata Esti





Atas peristiwa tersebut, pihaknya langsung memberikan arahan dan penyuluhan pada malam hari usai kejadian di Balai RW VI Tambak Asri. Termasuk penyuluhan ke keluarga Kholisatul. 






Esti mengimbau kepada warga agar jangan mudah termakan hoax. Esti juga menerangkan kalau isu soal jual beli organ dan penculikan anak yang sempat ditanyakan beberapa warga adalah hoax. 






Tak hanya kepada warga. Esti juga berharap ada peran serta dari media massa yang memang sudah kredibel dalam pemberitaan. Sebab, dia menilai masih ada media asal-asalan yang banyak kesalahan dalam pemberitaan. 





Padahal, Polsek Krembangan dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah melaksanakan sejumlah program untuk masyarakat. Oleh sebab itu, Esti memperingatkan agar tetap melakukan proses konfirmasi kepada pihak yang berwajib. Supaya, tidak ada lagi pemberitaan yang simpang siur.





“Beberapa media sudah saya hubungi kalau (berita) penculikan itu nggak benar. Karena, itu hanya orang gila yang sedang ngudang (menggoda) anak kecil,” tegas mantan Kapolsek Rungkut tersebut.





(HDR/JPC)