Sempat Berobat Ke Klinik, Pelarian HS Berakhir Di Kaki Gunung Guntur

JawaPos.com – Jejak langkah pelarian pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi ke Gunung Guntur berakhir. Terduga pelaku berinisial HS terlacak dari pengejaran polisi saat hendak kabur ke daerah kaki pegunungan Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/10) malam.

Fakta lain sebelum pelarian HS ke kaki Gunung Guntur pun terlacak di sebuah klinik dekat rumah kontrakannya di Kampung Rawalintah, Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi.

HS mendatangi klinik itu untuk mengobati luka di tangan dan di jari telunjuknya yang diduga akibat pertikaian antara korban dengannya. Jejaknya yang sempat berada di klinik pengobatan itu, polisi akhirnya mengetahui kemana HS pergi.



“Terduga pelaku ini sempat berobat ke klinik dekat rumah kontrakannya. Ditanya dokter berkaitan dengan lukanya, HS menjawab lukanya karena jatuh,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Ditkrimum PMJ, Kamis (15/11).

Serangkaian alat bukti kuat mengarah kepada HS sebagai pelaku pun satu per satu terungkap. Sejumlah harta benda milik korban keluarga Gaban Nainggolan, 38, dalam penguasaan HS. Seperti, Mobil Nissan Xtrail berwarna silver milik korban, termasuk dua unit HP berada di dalamnya.

Mobil Nissan Xtrail bernomor polisi B-1075-UOB terparkir di rumah kontrakannya. Atas laporan dari masyarakat setempat dan penyidikan manual tim gabungan, mobil milik korban berhasil diamankan.

“Saat olah TKP mobil, ditemukan bercak darah di pintu, pedal dan di seat bealt,” terangnya.

Seluruh barang bukti itu kini sudah diamankan Polda Metro Jaya untuk dilakukan pengambangan penyelidikan. Argo mengutarakan bahwa bercak darah yang membekas di sejumlah barang bukti itu akan dicocokkan dengan darah saat olah TKP rumah kontrakan saat empat korban tewas.

“Barang bukti dan sampel darah akan dicocokkan dengan yang di TKP. Kami menunggu tim labfor untuk menyelidikinya agar bisa dijelaskan secara ilmiah,” tutup Argo.

(wiw/JPC)