Semeru Kebakaran, Pendakian Ditutup

MALANG – Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Semeru sejak 16 September lalu memaksa Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup pendakian Semeru. Penutupan tersebut tertuang dalam surat bernomor PG.05/T.8/TU/TU.3/HMS/9/2019.

“Sehubungan dengan kondisi terkini kebakaran hutan pada hari Minggu, 22 September 2019 pukul 15.00 WIB di jalur pendakian Gunung Semeru, dengan ini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menutup pendakian gunung semeru secara total,” tulis pengumuman resmi yang dikeluarkan TNBTS dan ditandatangani oleh Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie.

TNBTS pun memutuskan menutup pendakian sejak tanggal 22 September 2019 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Api di wilayah pendakian memang dideteksi muncul di wilayah Gunung Semeru pada 16 September 2019. Lalu sempat padam pada Rabu 17 September 2019. Namun, titik api kembali terlihat, Kamis, 19 September 2019.



TNBTS sebelumnya menyebut cakupan luas lahan yang terbakar sebesar 6 hektar. Meliputi blok Kelik, Sumber Mani, Arcopodo dan kawasan Kalimati.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada update resmi terkait kenaikan jumlah luas lahan yang terbakar. Sebelumnya, Plt Humas Balai Besar TNBTS, Achmad Arifin juga menyatakan petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran. Entah murni kebakaran akibat cuaca atau ada campur tangan ulah manusia.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: istimewa
Penyunting: Fia