Sementara, 01 Nomor 1

MALANG KOTA – Hasil penghitungan sementara (real count) sejumlah lembaga pemantau pemilu mengunggulkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dibanding pasangan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mulai Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, sementara ini mayoritas memilih petahana. Sedangkan Prabowo unggul di Lapas Klas I Lowokwaru dan beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Kasin dan Kauman (Kota Malang).

Data lembaga resmi pemantau pemilu, kawalpemilu.org misalnya, hingga pukul 11.45 perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di Kota Malang mencapai 3.084 suara. Sementara Prabowo-Sandiaga 1.484 suara. Demikian juga di Kabupaten Malang, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan raihan 6.918 suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 3.188 suara. Di Kota Batu, Jokowi menang telak dengan perolehan 1.793 suara, sementara Prabowo 688 suara.

Dari 41 kecamatan di Malang Raya, sementara ini semuanya memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Rinciannya, 33 kecamatan di Kabupaten Malang, 5 kecamatan di Kota Malang, dan 3 kecamatan di Kota Batu. Namun, data perolehan suara lembaga yang berjejaring dengan Bawaslu itu masih bisa berubah saat penghitungan di kawalpemilu.org sudah final.

Penggagas Kawal Pemilu-Jaga Suara 2019 Elina Ciptadi menyatakan, penghitungan suara di kawalpemilu.org masih sementara. ”Hasilnya belum bisa digunakan untuk mengklaim si ini (capres) menang berapa,” kata Elina saat dihubungi kemarin.

 

PDIP-PPP Menangkan 01, Gerindra Tunggu Penghitungan KPU

Keunggulan petahana juga terungkap berdasarkan penghitungan sementara beberapa partai politik (parpol) pengusung Jokowi-Ma’ruf. Seperti penghitungan internal DPC PPP Kota Malang. Hingga pukul 16.34, perolehan suara pasangan nomor urut 01 mencapai 54,97 persen, sedangkan pasangan nomor 02 berkisar 45,03 persen.

Jumlah ini didasarkan 72,38 persen data dari C1 di TPS Kota Malang. ”Kami optimistis mencapai target 70 persen di Jatim untuk capres nomor 01,” ujar Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu DPC PPP Kota Malang Eko Novidianto di kantornya kemarin.

Pihaknya membuat tim khusus hitung cepat. Mulai dari tingkat TPS hingga kota. ”Tiap kecamatan ada koordinatornya sendiri,” ungkap politikus PPP ini.

Demikian juga penghitungan internal di DPC PDIP Kota Malang. Hingga pukul 15.30, partai berlambang banteng moncong putih itu menempatkan Jokowi-Ma’ruf dengan 68,12 persen suara, sementara Prabowo-Sandiaga 31,88 persen. Tapi, penghitungan sementara di PPP maupun PDIP itu masih bisa berubah. Sebab, bisa saja ada lonjakan suara untuk Prabowo di akhir penghitungan.

Ketua Pemenangan Paslon Nomor 01 dari PDIP Wanedi menyampaikan, keunggulan Jokowi-Ma’ruf di Kota Malang atas kerja keras semua timses. Mulai dari tingkat bawah hingga kota. ”Ini atas kerja keras semua timses,” ungkap Wanedi.

Wartawan koran ini berusaha menggali informasi versi hitung cepat parpol pengusung Prabowo-Sandiaga. Misalnya Partai Gerindra. Namun, parpol berlambang kepala garuda itu tidak menyelenggarakan hitung cepat. ”Kami nggak ada. Kami tunggu penghitungan manual yang lebih akurat (dari KPU),” kata Wakil Ketua Pemenangan Capres Nomor 02 dari DPC Partai Gerindra Kota Malang M. Ula.

Disinggung mengenai keunggulan Jokowi berdasarkan hasil sementara versi hitung cepat beberapa lembaga, Ula menegaskan, tetap ingin menunggu penghitungan resmi dari KPU. ”Kami tetap akan menunggu penghitungan manual,” tandasnya.

Lantas di mana saja unggulnya pasangan nomor urut 02? Berdasarkan data pemantau pemilu Universitas Ma Chung, dari 365 TPS di Kecamatan Sukun dan Klojen, perolehan suara Prabowo unggul di beberapa TPS. Misalnya di TPS 19 dan 24, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Di TPS 19, Prabowo unggul dengan raihan 134 suara, sedangkan Jokowi 88 suara. Sedangkan di TPS 24 Kasin, Jokowi memperoleh 92 suara, sementara Prabowo mendulang 119 suara.

Sementara itu, di Kauman, Prabowo unggul di TPS 13 dan 12. Untuk TPS 13, Prabowo meraih 118 suara, sedangkan Jokowi 80 suara. Demikian juga di TPS 12, Jokowi 102 suara dan Prabowo 132 suara.

Koordinator Pemantau Pemilu Universitas Ma Chung Felik Sad Windu Wisnu Broto MHum menyatakan, pihaknya menerjunkan para mahasiswa untuk memantau pemilu. Mulai kesiapan penyelenggara di TPS, perlengkapan, jumlah pemilih, hingga hasil rekapitulasi suara. ”Kebanyakan dimenangkan oleh Jokowi. Kalau Prabowo unggul di beberapa TPS saja,” kata Felik.

 

Jokowi Kuasai TPS Tiga Kepala Daerah

Bagaimana dengan perolehan suara di TPS lingkungan kepala daerah? Pantauan wartawan koran ini di TPS 02, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, paslon nomor 01 unggul. TPS di area rumah Wali Kota Malang Sutiaji itu menempatkan Jokowi unggul dengan 170 suara. Sedangkan nomor 02 meraih 66 suara. ”Di sini capres nomor 01 juga unggul,” tutur KPPS 02 Jatimulyo kemarin.

Sedangkan dalam menggunakan hak pilihnya kemarin (17/4), wali Kota Malang yang didampingi istri dan putrinya tampak bingung melipat surat suara. Bahkan, durasinya lebih lama melipat surat suara dibandingkan sang istri, Widayati. ”Agak sulit kalau yang (melipat surat suara) DPR dan DPD, mudahan yang presiden melipatnya,” terang Sutiaji, usai nyoblos.

Menurut Sutiaji, hal tersebut diperlukan edukasi pada warga dalam pemilihan. Jadi, warga bisa lebih mudah menentukan hak pilihnya. ”Inilah pentingnya edukasi. Karena pemilunya beda dengan sebelumnya,” terangnya.

Sementara di Kabupaten Malang, Wabup H.M. Sanusi tiba di TPS sekitar pukul 08.00. Mengenakan baju putih dan kopiah hitam, Sanusi menuju TPS 19 Gondanglegi Kulon. Pasangan nomor 01 meraih 121 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 73 suara.

Usai mencoblos, optimistis golput di wilayahnya rendah. ”Kalau melihat sepinya jalan, sepertinya semua  masyarakat menggunakan hak pilihnya di tempatnya masing-masing,” ujarnya.

Sebagai politikus PKB, dia berharap partainya menguasai 13 kursi di parlemen. Sebagaimana pada 2004–2009 silam. ”Semoga suara PKB bisa kembali seperti sebelumnya. Bisa meraih 13 kursi di parlemen,” ujarnya.

Demikian juga di TPS lingkungan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Pasangan 01 mendulang 85 suara, sedangkan pasangan nomor 02 memperoleh 59 suara. Untuk meminimalisasi golput, Dewanti mengancam aparatur sipil negara (ASN) yang tidak menggunakan hak pilihnya.

”Besok, saya meminta badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) untuk memeriksa jari setiap ASN,” tegas Dewanti.

Sanksi administrasi juga akan ditegakkan sesuai peraturan yang berlaku. ”Mereka (ASN) harus jadi contoh baik dalam pesta demokrasi,” tambahnya.

Di sisi lain, hadiah juga disiapkan untuk TPS di Kota Batu yang berhasil menarik partisipan tinggi. ”TPS pemilih terbanyak ada hadiah khusus, tapi rahasia,” terang dia. (im/hqq/msa/iik/jaf/c2/dan)

Pewarta: Imam Nasrodin, Imron Haqiqi, Farik Fajarwati, msa, jaf
Copy Editor  : Dwi Lindawati
Penyunting  : Mahmudan
Fotografer : Sadeli