Semarak Karnaval Pelajar Poncokusumo

PONCOKUSUMO – Masih dalam suasana Agustusan, rangkaian perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) masih banyak digelar masyarakat Kabupaten Malang. Salah satunya oleh masyarakat Kecamatan Poncokusumo. Lebih dari 60 sekolah mulai dari tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/MA, turut berpartisipasi dalam agenda yang digelar rutin setiap tahun tersebut.

Camat Poncokusimo Drs Sukarlin menuturkan, lebih dari seribu siswa dan masyarakat umum mereka libatkan dalam agenda itu. ”Terutama didominasi oleh anak-anak sekolah karena misi utama kami juga untuk menanamkan semangat cinta tanah air pada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Didampingi jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), Sukarlin menyampaikan, agenda karnaval merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Bukan hanya lewat teori di kelas, tetapi dalam momen karnaval minimal mereka akan tahu keanekaragaman budaya Indonesia meski hanya lewat pakaian adat.

Pria yang sudah lima tahun menjabat sebagai camat Poncokusumo itu menambahkan, menumbuhkan semangat cinta tanah air pada anak-anak harus diawali dari lingkungan sekitar. ”Dengan cinta pada lingkungan, maka akan tumbuh juga rasa cinta pada desa, kecamatan, kabupaten, bahkan untuk NKRI,” ujarnya. Selain untuk menghibur masyarakat Kecamatan Poncokusumo, dengan tema Indonesia Kerja Bersama Sukarlin berharap agar semangat untuk membangun daerah juga akan tumbuh.

Bukan hanya di Poncokusumo, kegiatan serupa juga digelar oleh masyarakat Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan. Karnaval yang diikuti siswa sekolah serta masyarakat desa setempat juga tidak kalah semarak dengan pawai di lokasi lainnya. Mereka pun menyiapkan berbagai kostum dengan matang, mulai dari budaya daerah hingga animasi.

Ketua Pelaksana Pawai Kemerdekaan Desa Kromengan Hendro Wicaksono menyampaikan, ada 35 grup yang berasal dari tiga dusun turut berpartisipasi dalam agenda tersebut. ”Agenda ini kami gelar rutin setiap tahun. Selain untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia, juga untuk mewadahi kreativitas pemuda desa, terutama untuk kesenian kuda lumping,” tukasnya.

Pewarta: Farikh Fajarwati
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Farikh Fajarwati