Selamat Jalan Legenda

MALANG KOTA –  Dunia olahraga bulu tangkis Indonesia berduka. Salah satu legenda bulu tangkis, Johan Wahjudi tutup usia kemarin siang (15/11).

Atlet bulu tangkis ternama kelahiran Malang, 10 Februari 1953, itu meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan RKZ Kota Malang akibat menderita penyakit demam berdarah.

Seperti diketahui, Johan Wahjudi adalah pebulu tangkis asal Indonesia yang populer di era 70-an sebagai pemain ganda putra nasional.

Dia bersama tandemnya, Tjun-Tjun, sukses merengkuh gelar juara All England 6 kali, juara dunia, juara Asia, dan medali emas Asian Games.

Anak bungsu Johan, Paulus Wahjudi, mengatakan, penyakit yang diderita sang ayah muncul pada Senin (11/11). ”Pada hari itu badannya mulai panas dingin hingga besoknya (Selasa) Papa mengeluh tidak kuat lagi,” katanya. Lantas seketika itu pihak keluarga membawanya ke rumah sakit untuk penanganan medis.

”Hari demi hari kondisi Papa terus menurun. Trombositnya turun terus hingga akhirnya sempat pingsan kemarin sekitar pukul 04.00 pingsan,” imbuhnya.

Paulus mengatakan, pihaknya serta keluarga sangat merasa kehilangan atas meninggalnya sang ayah. Dia menceritakan banyak hal yang berkesan yang sulit dilupakan dari pribadi ayahnya.

”Salah satunya Papa itu selalu ada buat kami anak-anaknya saat kami membutuhkan dukungan,” terangnya. Sehari-harinya, meski sudah lanjut usia, ayah dari 4 anak itu hampir selalu menghabiskan waktunya dengan berolahraga. ”Biasanya jogging, tapi yang paling sering bermain badminton,” ujarnya.

Selain itu, suami dari Evi Sianawati itu juga mempunyai aktivitas membuat kerajinan shuttlecock yang diberi merek JW Johan Wahjudi.

”Hasil buah tangan Papa itu sudah dijual di beberapa toko di Malang, bahkan juga di luar kota,” tutur Paulus. Kini jenazah legenda atlet bulu tangkis  itu masih akan dikremasi di Yayasan Gotong Royong Blimbing, Kota Malang.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro