Selamat Datang 98 Wali Kota di Kota Malang

Sebanyak 98 wali kota se-Indonesia, mulai hari ini (18/7) sudah tiba di Kota Malang. Mereka merupakan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2017. Sedikitnya ada 3.600 peserta dari delegasi 98 kota se-Indonesia yang hadir.

Agenda pertama malam ini adalah welcome dinner dan prosesi penyambutan oleh Wali Kota Malang Moch. Anton terhadap seluruh tamu yang berlangsung di depan Balai Kota Malang.

Kepada para tamunya itu, Anton bakal memamerkan sejumlah prestasi yang sudah diraih Kota Malang selama ini. Baik prestasi nasional maupun internasional. Termasuk juga akan memamerkan kreativitas warga membuat sejumlah kampung tematik. Salah satunya Kampung Glintung Go Green (3G). Termasuk nantinya juga akan mengajak para wali kota melihat Taman Singha di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.

Anton menegaskan, Kota Malang sudah siap melaksanakan kepercayaan sebagai tuan rumah Apeksi yang agenda utamanya mulai 19–20 Juli itu. ”Kami tinggal menunggu kepastian, apakah dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Tapi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah dijadwalkan hadir,” tegas Anton saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Malang kemarin (17/7).

Nah, karena Rakernas Apeksi ini merupakan event besar nasional dan menjadi sorotan se-Indonesia, Anton meminta kepada seluruh stakeholder dan warga Kota Malang ikut menyukseskan acara ini. Karena menjadi tuan rumah adalah kebanggaan Kota Malang. ”Ini sejarah bagi Kota Malang. Apeksi terdiri dari 98 kota, tahun ini kami menjadi tuan rumahnya. Ini sulit terulang lagi karena semua kota juga ingin jadi tuan rumah,” ungkapnya.

Berbagai isu penting juga akan dibahas, mulai dari pengembangan ekonomi, perlindungan hukum bagi pejabat pemda, hingga infrastruktur. Para delegasi juga akan membahas usulan-usulan kebijakan kepada pemerintah pusat. Juga berdiskusi tentang peraturan pemerintah yang baru, misalnya pengelolaan SMA/SMK yang diambil alih provinsi hingga perlindungan hukum agar penyerapan anggaran di setiap daerah dapat maksimal.

Anton pun menegaskan, sejumlah agenda lain sudah disiapkan sebagai pelengkap kemeriahan ajang tersebut. Di luar rakernas, kegiatan lain akan berlangsung, seperti kunjungan ke kampung konservasi air Glintung, pawai budaya Nusantara, juga Indonesia City Expo (ICE). ICE merupakan pameran produk dari 98 kota itu yang digelar di Stadion Gajayana pada 19–23 Juli 2017.

Agenda lainnya yang bakal menghibur masyarakat Kota Malang adalah pawai budaya. Event tersebut bakal digeber pada Rabu (19/7) dan menghadirkan sedikitnya 3.600 peserta dari delegasi 98 daerah.

Yang istimewa, imbuh Anton, di sela-sela Apeksi 2017, Kota Malang kedatangan tamu dari jajaran Pemerintahan Namsan City, Korea Selatan (Korsel). Mereka bakal membahas kerja sama antardua kota menjadi Sister City. ”Jadi, nanti ada penandatanganan kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi dengan wali kota Namsan City di salah satu agenda Apeksi,” ujar alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, di agenda Apeksi nantinya akan ada pawai budaya. Ada 54 kontingen dari berbagai daerah perwakilan delegasi Rakernas Apeksi yang bakal tampil. Rute pawai mengambil garis start di Jalan Ijen, tepatnya di depan Gereja Katedral menuju arah Jalan Semeru.

Setelah itu, rombongan menuju garis finis yang tersebar di sekitar Stadion Gajayana. Selain pawai, terdapat pula panggung utama yang menampilkan berbagai pertunjukan seni. Kota Malang bakal menampilkan 175 penari topeng dan 117 penari Gumredah Malang Gemilang Nusantara. ”Pawai ini untuk mengenalkan masing-masing budaya, baik kepada sesama peserta Apeksi maupun masyarakat Malang,” ujar Dayu–sapaan akrabnya.

Soal pengamanan selama berlangsungnya Apeksi, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan mengaku telah menyiapkan 150 personel. Itu merupakan gabungan dari TNI-Polri, dishub, dan Satpol PP Kota Malang. ”Pengamanan kami pusatkan di jalur dan tempat terselenggaranya Apeksi hingga lokasi-lokasi penginapan delegasi daerah-daerah,” katanya.

Kegiatan yang diikuti 98 wali kota se-Indonesia ini, menurut Hoiruddin, perlu adanya pengawalan khusus agar berjalan lancar. Tak tanggung-tanggung, anggota Brimob dan penjinak bom (jibom) pun diterjunkan. ”Terkait ancaman teror dan lain-lainnya, pasti kami antisipasi,” lanjut dia.

Dia berharap, kegiatan kali pertama di Malang ini bisa berjalan sukses dengan bantuan masyarakat Kota Malang. Hoiruddin mengimbau kepada warga untuk menjadi tuan rumah yang baik. ”Selalu senyum dan ramah kepada tamu yang datang. Seperti budaya kita di Malang,” harapnya. (lil/c2/abm)

Pewarta: Nurlayla Ratri
Penyunting: Abdul Munthalib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar