MALANG KOTA – Sebulan terakhir, gedung DPRD Kota Malang dipenuhi aksi pendemo. Misalnya, Selasa, (25/9) dua aksi saling antre untuk menyampaikan tuntutan.

Aksi yang dilakukan dari aliansi – aliansi mahasiswa tersebut bermacam – macam. Bahkan tingkah anarkis hingga pernyataan – pernyataan kotor dilontarkan mereka. Inilah sosok anggota DPRD baru Kota Malang yang selalu berada di garda terdepan menghadapi pendemo.

Dialah Dito Arief Nurakhmadi, anggota DPRD dari hasil pergantian antar waktu (PAW) dari fraksi PAN. Ia selalu ada di garda terdepan DPRD Kota Malang menghadapi pendemo. Bahkan di Malang hari ini, Rabu, (26/9) di sela – sela rapat paripurna DPRD Kota Malang, dirinya menampakkan di kerumunan massa pendemo.

Ditemui tim radarmalang.id, Ditomenyampaikan harus ada yang punya inisiatif mengambil peran sebagai perwakilan rakyat. “Persepsi masyarakat terhadap anggota DPRD yang terbuka dan komunikatif harus dimunculkan. Citra DPRD harus diubah melalui cara – cara ini. Paling tidak, saya dan beberapa teman fraksi mengambil itu duluan bersama – sama,” ujarnya.

Dito mengaku, sebagai anggota DPRD harus siap menghadapi aspirasi masyarakat, baik berupa kritikan yang hadir secara baik – baik maupun melalui aksi.

“DPRD harus terbuka, komunikatif, dan interaktif. Apapun tuntutan aspirasi ya harus dihadapi. Paling tidak ini menjadikan cerminan bahwa DPRD mau menghadapi siapapun, termasuk yang aksi dengan provokatif,” imbuhnya.

Adapun dirinya yang selalu menghadapi aksi pendemo baik yang anarkis dan demo biasa saja, dia mengatakan respons itu bergantung pada kebijakan masing – masing. Pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memaksa anggota DPRD lainnya.

“Banyak ya yang bilang kan saya lagi, saya lagi. Paling tidak kita telah menyampaikan informasinya ke semua fraksi, perkara direspons atau tidak itu kebijakan masing – masing. Yang terpenting aspirasi mereka tersampaikan,” ungkap Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang tersebut.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia