Berkesempatan melanjutkan studi di Kota Malang cukup disyukuri oleh sahabat Nurul Bashirah. Banyaknya lokasi wisata, salah satunya di Kota Batu, membuat dia lebih betah dan nyaman. ”Karena dekat dengan Kota Batu, jadi kalau stres sama tugas kuliah, saya sempat-sempatkan main di sana (Batu),” jelasnya.

Salah satu rutinitas yang dia gandrungi adalah berwisata kuliner. ”Seminggu minimal sekali, coba cita rasa baru, semua jenis makanannya, sampai ciri khas makanannya,” sambung Bash–sapaan akrabnya.

Dia melihat bila industri pariwisata di Kota Batu yang makin menggeliat sebenarnya membuka peluang besar bagi chef-chef dari daerah untuk menyajikan kuliner rasa lokal.

Jika hal itu dilakukan, dia yakin bakal lebih banyak wisatawan yang betah berlama-lama di Kota Batu. Terkait syarat lain, dia turut mengacungi jempol. Seperti banyaknya varian wisata di Kota Batu. Selain ada wisata buatan, saat ini juga sudah mulai menggeliat spot-spot desa wisata.

Karakteristik warga Kota Batu yang ramah dan menyenangkan juga turut diapresiasi oleh Bash. ”Dulu waktu kuliah pernah kuliah kerja nyata (KKN) di sana. Warganya asyik semua, jadi kangen,” sambung perempuan yang baru diwisuda pada Desember 2018 itu.

Pewarta              : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         :  Bayu Mulya
Fotografer           :  Nurul Bashirah