Selain Lahan, Pembangunan Proyek LRT Jabodebek Terkendala Tiang SUTET

Selain Lahan, Pembangunan Proyek LRT Jabodebek Terkendala Tiang SUTET

RADAR MALANG ONLINE – Progres pembangunan proyek kereta ringan atau LRT rute Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek) tahap I baru tercapai 39,07 persen. Sejumlah permasalahan masih membayangi proyek yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 29,9 triliun itu.

Selain karena adanya lahan yang belum dibebaskan, proyek LRT Jabodebek juga terganjal pekerjaan relokasi/peninggian tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)/Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

“Masalah tiang sutet, interphase dengan [proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung] KCIC,” kata Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zamrides di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (6/6).

Di satu sisi KCIC sedang melakukan pelaksanaan pekerjaan relokasi/ peninggian tower SUTT/SUTET untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, namun lokasi peninggian tower itu bersilangan terdapat di Cikunir, Bekasi Barat, dan Bekasi Timur.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut kedua belah pihak sudah bertemu dan kesimpulannya KCIC diminta untuk menyiapkan lahan sebagai relokasi untuk tiang sutet sebelum event Asian Games berlangsung.

“Ini KCIC kita minta menyiapkan lahan sebelum asian games. Karena kita harus kerja di sana di LRT, karena belum kita kerjakan sekarang. Jadi ada keterlambatan,” terangnya.

Terkait masalah tower sutet ini, dia mengaku pihaknya bisa saja menggarap proyek LRT terlebih dahulu. Namun hal itu akan membuat pengerjaannya jadi memakan waktu dua kali. “Kita mungkin bisa duluan tapi kita kerja dua kali jadinya,” ujarnya.

Selain masalah tower SUTET, kendala lain yang belum rampung adalaah pembebasan lahan yang melewati area kwarnas di daerah Cibubur tepatnya di dekat Taman Wiladatika. Dimana, tanah yang perlu dibebaskan di lahan Kwarnas sendiri mencapai 4.369 m2. Dari jumlah itu, baru dibebaskan seluas 240 m2. Sehingga saat ini masih ada sisa 4.129 m2 yang perlu dibebaskan.

“Mungkin [soal lahan kwarnas] itu nanti diputuskan di rapat tingkat menteri,” pungkasnya.

(uji/JPC)