Sektor Perdagangan Dominasi Investasi di Kota Malang

Selama semester pertama tahun 2017 (periode Januari–Juni), investasi yang masuk ke Kota Malang mencapai Rp 391,8 miliar.

MALANG KOTA – Selama semester pertama tahun 2017 (periode Januari–Juni), investasi yang masuk ke Kota Malang mencapai Rp 391,8 miliar. Dari jumlah itu, Rp 222 miliar di antaranya berasal dari sektor perdagangan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang Alwiyah kemarin (13/7). ”Sektor perdagangan memang masih menjadi primadona bila melihat angka Rp 222 miliar. Sementara sisanya berasal dari sektor pertanian, transportasi, dan angkutan,” ujar Alwiyah.

Dia menerangkan, angka investasi pada sektor perdagangan itu dilihat dari surat izin usaha perdagangan (SIUP). ”Ada bermacam-macam (bidang atau jenis usaha perdagangannya, Red),” kata Alwiyah.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Soni Bachtiar menambahkan, sektor perdagangan yang sedang booming belakangan ini adalah yang berhubungan dengan kuliner, pariwisata, maupun pendidikan. Di sektor pariwisata misalnya, Soni melihat menggeliatnya bisnis hotel di Kota Malang bisa jadi pemicu.

”Perhotelan di Kota Malang lebih menonjol dibanding Kabupaten Malang maupun Kota Batu,” ujar dia.

Kemudian, sektor kuliner harus diakui kalau pertumbuhannya cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan. Tahun ini pun ada beberapa usaha kuliner baru yang beroperasi. ”Kafe-kafe yang dulunya beroperasi di bandara, kini banyak yang beroprasi mendekati pemukiman,” ujar dia.

Starbucks misalnya, dalam dua tahun ini ada dua gerai Starbucks yang buka di Kota Malang. Yakni, di Malang City Point (MCP) dan @MX Mall.

Lalu, jangan lupa geliat pusat perbelanjaan di Kota Malang. Pada semester pertama, Giant Sawojajar menjadi pusat perbelanjaan baru yang bakal menguasai kawasan timur Kota Malang. ”Selain itu, mal-mal (lama) melengkapi fasilitasnya, seperti bioskop. Itu menunjukkan ada perputaran uang cukup besar di Kota Malang,” kata dia.

Sementara itu, untuk semester kedua, Soni percaya bahwa sektor perdagangan masih akan tumbuh. Pun demikian dengan investasi secara global. Soni menyatakan, pihaknya berencana membuka klinik investasi.

Klinik itu bakal menjadi acuan bagi investor yang berencana menanamkan modalnya di Kota Malang. Dia mengungkapkan, Sebagian besar pemodal itu berasal dari dalam negeri atau disebut penanaman modal dalam negeri (PMDN). (fis/c1/muf)

Pewarta : Fisca Tanjung K.B
Fotografer : Bayu Eka Novanta
Editor : Indra Mufarendra