Sekolah Hafalan Alquran Lahir di Tengah Kota

MALANG KOTA – Para orang tua kini punya alternatif bila ingin menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis agama. Sebab, di Kota Malang telah hadir sekolah berbasis agama, yakni Madrasah Aliyah (MA) Al-Irtiqo’. Sekolah yang berlokasi di Jalan Wilis Nomor 11, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ini hadir dengan konsep yang berbeda.

Kepala MA Al-Irtiqo’ Mokhamad Romdloni mengungkapkan, sekolahnya memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Ini karena sekolah tersebut menekankan hafalan Alquran. Untuk memenuhi target tersebut, para siswa akan diajari oleh 17 pendidik muda yang berkompeten di bidangnya. Selain itu, sekolah menyiapkan fasilitas yang memadai. ”Tujuan dari itu semua adalah agar mampu memberikan hasil maksimal dalam proses pembelajaran,” katanya kemarin (29/7).

Menurut dia, sekolah yang baru berdiri tahun ini itu memiliki berbagai keunggulan. Misalnya, memiliki sistem pendidikan berbasis asrama bilingual. Dalam sekolah tersebut, diajarkan ilmu agama yang mempunyai sanad (sandaran) jelas dan nyambung hingga Rasulullah. Bahkan, sekolah pun memberikan ijazah sanad sebagai tanda kelulusan dalam mempelajari ilmu agama. ”Pelajar di sini diwajibkan hafal Alquran sehingga setelah lulus dapat menjadi hafiz Alquran,” bebernya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, MA Al-Irtiqo’ melatih siswanya untuk menghafal Alquran dengan sungguh-sungguh. Setiap siswa setidaknya dapat menghafalkan 2 halaman Alquran per harinya selama tiga tahun sekolah. Pengayaan materi Alquran tersebut dilakukan di asrama. Selain menghafal Alquran, siswa diajarkan ilmu terapannya. Seperti ilmu fikih, kalam, akidah akhlak, hadis, tafsir Alquran, nahwu, dan lain-lain.


Romdloni menyatakan, di tahun pertamanya ini sekolahnya memang masih memiliki 12 siswa. Padahal, rombongan belajar (rombel) minimal yang telah diatur oleh Kementerian Agama (Kemenag) adalah 15 siswa. Oleh karena itu, pihaknya saat ini masih mencari siswa baru untuk memenuhi kuota minimal tersebut. ”Target kami, kekurangan tersebut sudah terpenuhi akhir Juli ini,” ungkapnya.

Menurut dia, MA Al-Irtiqo’ tidak memungut biaya saat pendaftaran siswa baru alias gratis. Bahkan, pihak sekolah memberikan beasiswa penuh untuk anak yatim dan duafa yang berprestasi. Tak hanya itu, bagi siswa yang sebelumnya sudah hafal beberapa juz Alquran juga bisa mendapatkan beasiswa. ”Bagi siswa yang hafiz, bisa dapat beasiswa full asalkan prestasinya stabil. Ini untuk menciptakan iklim kompetisi antarsiswa yang sehat,” ujarnya.

Pewarta: Daviq Umar
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Daviq Umar