Sejumlah PTN Siapkan Prodi-prodi Baru, Keren Bro!

Jika Profesor tak Patuhi Aturan, Mahasiswa Lebih Kacau Lagi - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, SURABAYA – Kampus diberi keleluasaan untuk membuka prodi-prodi baru sesuai kebutuhan era industri 4.0. Peraturan tentang nomenklatur atau penamaan prodi (program studi) bakal dicabut untuk memberikan keleluasaan tersebut.

Jawa Pos mencoba konfirmasi terkait rencana pembukaan prodi-prodi baru yang keluar dari pakem di tiga PTN di Jawa Timur. Yakni di ITS Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, serta Universitas Jember. Hasilnya di ketiga kampus negeri itu untuk sementara belum ada rencana membuka prodi baru dari yang selama ini sudah ada.

Rektor Universitas Brawijaya Malang Mohammad Bisri mengatakan mereka masih menuggu kepastian pencabutan regulasi tentang nomenklatur prodi oleh Menristekdikti Mohamad Nasir. Saat ini regulasi tentang nomenklatur prodi itu tertuang dalam Keputusan Menristekdikti Nomor 257/M/KPT/2017.

’’Setelah pencabutan kita akan mempersiapkan nama prodi-prodi yang sesuai dengan trend industri 4.0,’’ katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Bisri mengatakan untuk menghadirkan prodi baru sesuai dengan era industri 4.0 caranya bisa melalui pembukaan prodi yang benar-benar baru. Selain itu juga bisa mengubah nama prodi yang lama. Dia mengatakan pembukaan prodi baru di Universitas Brawijaya akan dikoordinasikan dengan senat akademik.

Rektor Universitas Jember (Unej) Hasan mengatakan ada rencana pembukaan prodi baru yakni mekatronika. Prodi ini nantinya di bawah fakultas teknik. Salah satu konsentrasi prodi mekatronika adalah mempelajari robotika. ’’Dikaji di internal. Belum diajukan ke Kemenristekdikti,’’ katanya.

Hasan mengatakan prodi mekatronika sejatinya sudah banyak dibuka di kampus-kampus lain. Terkait prodi-prodi yang benar-benar baru, dia mengatakan tim Unej sempat mengkaji terkait industri kopi. Sebab di Jember terkenal sebagai salah satu pusat kopi di Indonesia. Jember juga memiliki Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

’’(Prodi tentang kopi, Red) itu sempat menjadi bahan diskusi. Dikaji apakah menjadi peminatan dari sebuah prodi yang sudah ada atau prodi sendiri,’’ urainya.