Seimbangkan Waktu Kuliah dan Kerja

ROSIHAN Andin Pambudi, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (STIKI) Malang, tersebut tergolong sukses. Sebab, di umurnya yang baru 21 tahun, dia telah menjadi branch manager CV, birunet yang bergerak di bidang pengadaan software. Usaha software house ini mulai ditekuninya selepas SMA.

”Awalnya, saya hanya menguasai wordpress. Di STIKI, setelah dikenalkan dengan CI & Laravel, saya menjadi lebih berkembang dalam merancang suatu web,” cerita mahasiswa D-3 manajemen informatika ini.

Tantangan terbesar bagi Rosihan adalah membagi waktu antara kuliah dengan bekerja. Apalagi, dia selalu mengambil 24 SKS setiap semester.

Pemuda yang juga driver angkutan online ini telah melayani klien berbagai instansi. Seperti Dinas Pertanian Bojonegoro, Pemkab Probolinggo, dan Ngawi. Kerja sama dengan Dinas Pertanian Jombang berujung pada dirinya yang dipercaya untuk merancang sistem akademik bagi Aji Santoso International Football Academic (ASIFA).

”Bersyukur, selama ini saya belum pernah dapat komplain dari klien. Semuanya saya kerjakan by contract. Kepuasan pelanggan yang terutama,” tutur Rosihan.



Akhir tahun ini, Rosihan bersama temannya akan menyelesaikan project pribadinya, yaitu mengembangkan aplikasi Internet on Things. Waktu tidak bisa diulang, saya harus gunakan seproduktif-produktifnya.” tutup dia. (dik/c3/lid)