Seharian Keliling Istana Raja Rasanya Tak Pernah Selesai Sinergi Jawa Pos

DARI EMAS: Penulis berada di patung Buddha berbagai ukuran di Grand Palace, Bangkok, Thailand.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Jika berlibur ke Thailand, jangan ketinggalan berkunjung ke Grand Palace atau istana raja di Bangkok.

ALI SODIQIN, Bangkok

Berada di istana raja yang luasnya 105 hektare tersebut, seolah kita berada pada kehidupan kerajaan masa silam. Grand Palace yang berarsitektur khas Thailand itu dikelilingi tembok setinggi tujuh meter.



Untuk masuk ke Grand Palace, setiap pengunjung dikenakan tiket masuk 500 bath. Pengunjung istana lumayan banyak, bisa mencapai ribuan orang setiap hari. Kebanyakan pengunjung berasal dari Tiongkok dan Rusia, dan sebagian lagi dari Jepang. Wisatawan Indonesia yang berkunjung ke sana relatif sedikit.

Ada aturan berpakaian yang cukup ketat ketika kita berkunjung ke lokasi yang berada di daerah Na Phra Lan Road, Old City, itu. Para pengunjung dilarang mengenakan pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh.

Semua pengunjung, baik lelaki maupun perempuan, yang hendak masuk ke istana yang dibangun pada tahun 1782 itu harus mengenakan celana panjang dan baju atau kaus yang rapi. Intinya, tidak boleh memperlihatkan aurat. Bila ada yang melanggar cara berpakaian itu, maka ada petugas khusus kerajaan yang tak segan meminta pengunjung itu keluar istana.

MEGAH: Penulis di kompleks Grand Palace, Bangkok, Thailand.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Selain itu, ada sebuah tempat khusus yang sangat disucikan dan dihormati penganut Buddha di kompleks istana. Tempat suci itu adalah Wat Phra Kaew (Kuil Emerald Buddha) yang berisi Emerald Buddha kecil. Konon Emerald Buddha terbuat dari batu mustika hijau.

Di Kuil Emerald Buddha itu banyak warga Tionghoa dan Jepang yang melakukan persembahyangan. Masuk ke tempat itu, bukan hanya cara berpakaian yang diatur, pengunjung juga tidak boleh mengenakan peci maupun alas kaki. Bila melanggar, petugas langsung mengusir pengunjung tersebut.

Selain kuil yang dihormati tersebut, di dalam istana juga ada tempat tinggal raja, permaisuri, para selir, juga anak-anak raja. Semua memiliki tempat tinggal sendiri.

Selain itu, di dalam istana juga ada bangunan luas dan besar yang berciri khas Eropa. Tempat itu merupakan ruang raja menjamu para tamu dari Eropa. Ada juga bangunan khusus yang sampai sekarang masih digunakan untuk acara-acara resepsi kerajaan.

Saat berkunjung ke Grand Palace, kita juga disuguhi pemandangan bangunan tempat tinggal para petinggi kerajaan mulai mahapatih hingga asrama prajurit. Sampai sekarang semua masih tertata rapi dan terawat.

Mengelilingi istana raja seharian penuh rasanya tak akan selesai. Apalagi, di setiap tempat yang kita kunjungi selalu ada yang menarik perhatian dan membuat langkah kaki terhenti untuk sekadar mengagumi.

Kini Grand Palace tersebut sudah tak lagi ditempati Raja Thailand Vajiralongkorn dan keluarganya. Tempat yang luas nan megah tersebut sengaja dibuka untuk dijadikan tempat wisata. “Raja sekarang ada tempat sendiri. Beliau tinggal di luar kota dan tempatnya sederhana,” kata Samsuri, guide yang memandu kami. (bersambung)

(bw/rri/als/JPR)