Sehari, Rumah di Joyoboyo dan Kutisari Indah Barat XI Terbakar

JawaPos.com– Musim penghujan tiba bukan berarti ancaman kebakaran berkurang. Buktinya, dua rumah di Surabaya terbakar, Minggu (16/12). Kedua bangunan itu berada di Jalan Joyoboyo no. 22 dan Kutisari Indah Barat XI/ 16.

Kebakaran di Jalan Joyoboyo terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya yang menerima laporan, langsung menerkunkan 13 unit mobil PMK. Salah satunya adalah mobil raksasa Bronto Skylift yang dilengkapi tangga otomatis untuk memadamkan api dari atas bangunan.

Kabidops PMK Surabaya Bambang Vistadi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui asal api dan penyebab kebakaran di Joyoboyo. Saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap bangunan bagian tengah. 



“Kami belum mengetahui. Karena, saat kami datang ke lokasi kebakaran, apinya merembet di lantai 1 dan 2 rumah,” kata Bambang kepada JawaPos.com.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Hanya kerugian material saja karena kebakaran menghanguskan ebih dari 50 persen luas bangunan. 

Situasi serupa juga terjadi di sebuah rumah di Jalan Kutisari Indah Barat. Bagian belakang rumah milik Handoko Santoso itu tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap berwarna putih sekitar pukul 13.00 WIB. Anjing-anjing milik Handoko terdengar menggonggong saat tahu asap mulai membumbung ke angkasa.

Yang terbakar adalah bangunan yang sedang direnovasi. Diduga kuat penyebabnya karena korsleting listrik. ”Kami menduga api berasal dari percikan arus pendek pada kelistrikan di rumah itu,”  terang Bambang. 

Tiga unit mobil PMK dikerahkan untuk menaklukkan kebakaran. Sekuriti perumahan dan warga sekitar tampak membantu upaya pemadaman dengan mengambil air di selokan.

Petugas sempat kesulitan untuk menjangkau lokasi kebakaran. Pasalnya, banyak pohon dan kabel yang terlalu rendah.

Untuk mencapai lokasi, mobil PMK harus memutar melalui Kutisari Indah Utara. Ketua RT setempat, Totok, bahkan harus merobohkan portal di Kutisari Indah Barat IV agar mobil PMK bisa melintas. Posisi portal itu memang tergembok. ”Nggak tahu siapa yang bawa kuncinya. Makanya saya palu gemboknya biar PMK juga bisa cepat masuk,” terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas memadamkan api melalui lahan kosong yang berada di sisi rumah. ”Kurang dari setengah jam api sudah berhasil kami tangani. Semuanya klir,” ucap Bambang.

Bambang mengimbau kepada warga agar rutin mengecek instalasi listrik. “Periksa kabel-kabel yang telah usang. Kalau sudah lama, sebaiknya diganti dengan yang baru,” pungkasnya.

(HDR/JPC)