Sehari, Dua Sekolah Salurkan Bantuan Gempa Lombok

MALANG KOTA – Sumbangan dari sekolah untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengalir. Kemarin (29/8), dua sekolah datang ke kantor Jawa Pos Radar Malang di Jalan Kawi 11-B untuk menyerahkan bantuan. Kedua sekolah tersebut adalah SMKN 4 dan SMAN 6 Kota Malang.

Perwakilan guru SMKN 4 Kota Malang Fadil Arif menyatakan, bantuan itu berasal dari beberapa guru dan karyawan. Total 175 guru dan karyawan yang menyisihkan sebagian uangnya untuk warga korban gempa.

”Ide menyumbang ini awalnya dari guru yang tergabung grup gowes. Kemudian kami mengajak semua guru dan karyawan di SMKN 4 Kota Malang untuk menyumbang,” ujar Fadil saat menyerahkan sumbangan di kantor Radar Malang kemarin (29/8).

Fadil menambahkan, dana terkumpul Rp 4,1 juta setelah melakukan penggalangan. ”Penggalangan kami lakukan sekitar dua minggu,” kata guru matematika di SMKN 4 Kota Malang itu.

Sementara dari SMAN 6 Kota Malang, bantuan terkumpul sekitar Rp 5 juta. Dana itu dikumpulkan secara spontan dari 960 siswa, 90 karyawan serta guru. ”Kami memang ada program Smariheksa Peduli, dilaksanakan setiap ulang tahun SMAN 6,” ujar Kepala SMAN 6 Kota Malang Drs Hariyanto MPd.



Hariyanto menjelaskan, Smariheksa Peduli merupakan program rutin. Namun, selama ini dana santunannya disumbangkan kepada anak yatim. Kali ini dialihkan kepada warga korban gempa di Lombok karena dia mendengar banyaknya warga terkena imbas.

Humas SMAN 6 Kota Malang Sarmi menambahkan, pemberitahuan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok dilakukan sebelum puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Smariheksa pada 16 Agustus lalu. ”Untuk Lombok, sudah kami lakukan penggalangan dana tiga kali. Tapi, yang disalurkan melalui Radar Malang baru kali ini,” tambah Sarmi.

Sebelumnya, Jawa Pos Radar Malang sudah menghimpun dana dari beberapa sekolah di Malang Raya.  Misalnya dari MIN 1 Malang menyumbang Rp 79,2 juta dan SMK Brantas Karangkates menyalurkan bantuan Rp 25 juta. Ini menandakan kepedulian siswa dan guru kepada korban gempa Lombok sangat tinggi.

 

Pewarta: Sandra Desi
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan
Foto: Sandra Desi