Segera, Semua Ambulans Berbasis Online

MALANG KOTA – Warga Kota Malang yang butuh layanan ambulans, dalam waktu dekat tak perlu repot lagi. Tinggal memesan via aplikasi berbasis digital, ambulans akan datang dengan cepat. Persis seperti ketika akan pesan angkutan berbasis online. Sistem aplikasi ambulans online itu saat ini sudah didesain Pemkot Malang. Sehingga tidak lama lagi sudah bisa dioperasionalkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi MM menyampaikan, timnya sudah menggodok sistem tersebut. Bahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan konsep garis besar saat mengikuti lelang kinerja di hadapan Wali Kota Malang Sutiaji, beberapa waktu lalu. ”Kami ingin layanan kesehatan lebih cepat, supaya warga yang membutuhkan (ambulans) nggak nunggu lama,” kata Dr dr Asih Tri Rachmi MM saat ditemui di Balai Kota Malang kemarin.

Menurut dia, konsepnya nanti seperti halnya angkutan umum berbasis aplikasi. Namun, namanya apa masih dirumuskan. ”Gambaran umumnya nanti seperti pesan Grab,” ucap alumnus FK Universitas Brawijaya (UB) ini.

Dia menambahkan, semua ambulans Pemerintah Kota Malang nanti juga bakal dimasukkan ke dalam sistem tersebut. Perlu diketahui, jumlah ambulans milik Pemerintah Kota Malang sekitar 21 armada. ”Ambulans milik puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) nanti dimasukkan sistem ini,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan ambulans milik RS swasta? Asih menyatakan, pihaknya bakal menggandeng RS swasta secara bertahap. Perlu diketahui, RS swasta di Kota Malang ada sekitar 25 unit. ”Ada 10-an (RS) yang sudah bersedia kerja sama mengikuti sistem ini,” tandas perempuan berhijab ini.



Pihaknya optimistis, semua RS bakal mengikuti sistem tersebut saat sudah diterapkan. Bahkan, tahun depan pihaknya menargetkan setengah dari jumlah RS sudah mengikuti sistem tersebut.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, pihaknya menargetkan semua RS mengikuti sistem tersebut pada tahun 2020 mendatang. Sehingga, layanan ambulans pada dua tahun mendatang sudah berbasis aplikasi tersebut. ”Tahun 2020 nanti, semua ambulans sudah berbasis aplikasi,” terang dia.

Lebih lanjut, sistem ini nantinya juga bakal terkoneksi dengan sistem Smart City di Ngalam Command Center (NCC). Sehingga, semua ambulans juga bakal dilengkapi dengan global positioning system (GPS). ”Biar bisa memantau, mana ambulans yang paling dekat dengan warga yang membutuhkan. Yang paling dekat ini yang bakal segara meluncur ke lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ngalam Command Center (NCC) M Wahyu Hidayat menyatakan, pihaknya siap men-support program dinkes tersebut. Karena program tersebut bakal mempercepat layanan pada masyarakat. ”Kan semangatnya NCC seperti itu,” ungkap pria yang bekerja di Pemkot Malang sejak tahun 2006 ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga siap jika sewaktu-waktu diminta hadir untuk melakukan rapat koordinasi pematangan konsep. Karena pihaknya ingin tidak sampai 5 tahun, Smart City Kota Malang bisa mengalahkan Kota Bandung. ”Kalau urusan Smart City, kami siap,” imbuh alumnus STIKI Malang ini.

Pewarta: Imam Nasrodin
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib