Segarnya Es Campur Rasa Nostalgia

Es campur termasuk jenis minuman yang banyak digemari masyarakat dari segala usia. Di antara jujukan kuliner legendaris di Malang, Depot Es Talun tentu menjadi rujukan utama. Di tengah menjamurnya aneka jenis minuman kekinian, depot jadul ini tetap punya penggemarnya sendiri.

Cuaca Kota Malang boleh saja mendung beberapa hari terakhir. Namun, para penyuka kuliner yang ingin merasakan minuman segar di depot yang lokasinya agak nylempit di Jalan Arif Rahman Hakim sebelah Gang 11, Kauman, Kota Malang, ini tetap banyak.

Ya, nama Depot Es Talun sudah familier bagi warga Malang. Bukan hanya karena usianya yang sudah lawas, tapi juga keunikan rasa es yang disajikannya juga sudah melegenda. Tak heran, setiap hari depot ini ramai dikunjungi. Terutama pada hari Sabtu dan Minggu saat wisatawan Kampoeng Heritage Kajoetangan membludak.

Depot yang sudah berdiri sejak 1950 ini begitu khas dengan es campurnya. Es yang memadukan kesegaran bermacam buah dan sirup manis tersebut dicampurkan dalam satu mangkuk dan dilengkapi serutan es batu di atasnya. Isinya ada berbagai macam. Mulai dari serutan alpukat, kelapa muda, potongan nangka, susu kental manis, sirup, dan santan. Saat cuaca siang hari pas terik-teriknya, melihat sajian es campur Depot Talun ini pun dijamin bakal membuat air liur ikut meleleh.

Seneng-nya itu rasanya pas. Tidak terlalu manis. Manisnya pas pokoknya,” ungkap Arli, salah seorang pengunjung Depot Es Talun. Ibu dua anak ini mengaku saat masih SMA pernah berkunjung ke Malang dan mencicipi Es Talun. Sejak saat itu, rasa Es Talun selalu terkenang di lidahnya. ”Ini pertama kalinya saya coba lagi sejak SMA. Karena kangen, ya nggak ragu ke sini lagi pas ke Malang. Apalagi ini juga dekat dengan Kampoeng Heritage, rasanya match gitu,” ungkapnya.

Soal harga, es campur dan es tape ketan item hanya dibanderol Rp 12.000 per mangkuknya. Sedangkan es buah dan es teler seharga Rp 15.000 per mangkuk. ”Rasanya mantap, harganya relatif murah juga. Gak beda dengan minuman kekinian yang dijual di pinggir jalan,” ujar Syaiful Amin, pengunjung Depot Es Talun lainnya.

Pewarta : Errica
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani