Sedang Khotbah kok Mainan HP, Boleh Gak Ya?

MALANG – Khotbah Jumat menjadi bagian terpenting dalam prosesi salat Jumat. Saking pentingnya, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda agar orang-orang selalu khusyuk menyimak khotbah saat salat Jumat.
Hadis tersebut berbunyi, man takallam yaumal jumati wal imamu yakhtub, fahuwa kamatsali alkhimari yahmilu asfara. Wa alladzi yaqulu lahu ansit, laisat lahu aljumata. Artinya, barang siapa yang berbicara saat khatib sedang melangsungkan khotbahnya, maka diserupakan seperti keledai yang sedang membawa serabut di punggungnya. Dan, mereka yang hanya berkata ”sttt…”, maka sebenarnya dia terhitung tidak melaksanakan salat Jumat.

Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang terbiasa bermain handphone (HP) saat khotbah berlangsung? Meski hadis tersebut tidak menyebut HP secara eksplisit, mungkin karena zaman dulu belum ada HP, tapi tetap saja hal tersebut tidak diperbolehkan.

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang Ahmad Muzakki. Menurut dia, perkara yang selalu dikumandangkan bilal (pemandu sebelum khotbah) saat salat Jumat adalah benar-benar memperhatikan isi khotbah.

Bermain HP termasuk perbuatan yang menandakan tidak memperhatikan khotbah. ”Seseorang tidak boleh melakukan kegiatan saat khotbah dilangsungkan, termasuk bermain HP,” katanya kepada Jawa Pos Radar Malang, Rabu (31/5).

Dia melanjutkan, bilal dalam setiap Jumatan selalu mengucap seperti ini, wa idza so’ida al-khotibu ala al-mimbari fa istami’ lahu wa ansitu laallakum tattaqun. Artinya, jika khatib telah menaiki mimbar, simak dan diamlah agar kalian semua termasuk ke dalam golongan orang yang bertakwa.

”Ya, selain harus menyimak khotbah, apakah ada hal bermanfaat lain yang bisa dilakukan?,” tegasnya.

Dia pun menceritakan sebuah kisah dalam kitab Mukhtashor shahih muslim. Dalam suatu Jumat, Nabi Muhammad SAW pernah memarahi sahabat karena bertasbih saat khotbah dikumandangkan. Jika bertasbih saja tidak boleh, tentu bermain HP juga sangat tidak diperbolehkan.

”Jangankan bergurau, pegang tasbih saja dilarang. Hal tersebut menghindarkan jamaah dari esensi khotbah itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Kota Malang Ustad Faisal Fatawi menjelaskan, jamaah tidak boleh berbicara saat khotbah berlangsung. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, dari Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, barang siapa berbicara saat khotbah berlangsung, maka dia telah sia-sia (dalam salat Jumat, Red).

”Jadi, sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Ketika khotbah berlangsung, tidak boleh bicara bahkan pegang HP,” kata pria yang juga dosen UIN Maliki Malang ini.

Ustad Faisal menambahkan, jamaah yang mengantuk hingga tertidur ketika berlangsungnya khotbah, maka diwajibkan berwudu kembali. ”Kalau jamaah tidur hingga mengangkat pantatnya, maka dia telah batal memenuhi syarat sah salat Jumat. Jadi, harus wudu lagi,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Bayu Eka