Sebut Kota Batu dalam Bahaya, Ini Bunyi Petisi di Change.org

BATU KOTA – Belakangan, muncul sebuah petisi di halaman change.org. Petisi yang dibuat oleh Bayu Agung itu memuat judul besar : Kota Batu dalam Bahaya.

Petisi itu menyinggung soal Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batu 2019-2039. Perda itu telah disepakati oleh Pemkot dan DPRD Kota Batu pada 29 Agustus lalu. Dan saat ini tinggal menunggu pengesahan dari Gubernur Jawa Timur.

Seperti dikutip dari halaman tersebut, ada empat poin yang dijabarkan dari Perda RT RW. Poin pertama adalah rencana wisata buatan di wilayah BWK 3 (Kecamatan Bumiaji) yang dinilai bakal menghilangkan wilayah khusus konservasi lingkungan.

Poin kedua adalah proyek geothermal (listrik panas bumi) di Songgoroti. Proyek itu diyakini bakal menyerap sumber mata air di sekitarnya.

Poin ketiga, proyek kereta gantung, dan poin keempat tol tembusan Singosari – Giripurno.

Siapa sebenarnya Bayu Agung? Dan apa alasannya membuat petisi itu di change.org?

Seperti yang tercantum di halaman tersebut, Bayu mewakili empat organisasi. Yakni Aliansi Pemuda Batu, Malang Corruption Watch, Nawakalam, dan Omah Rakyat Batu.

“Sesuai dengan isi petisi, biar masyarakat tahu kalau ini Perda RTRW yang berlaku antara 2019-2039 itu disinyalir kepentingannya bukan untuk masyarakat,” ungkapnya Bayu.

Misalnya poin pertama soal rencana wisata buatan dan poin soal proyek geothermal. Dia menilai bahwa poin-poin itu berpotensi merusak lingkungan.

“Kalau Kota Batu penuh dengan tempat pariwisata maka bisa dipastikan masyarakat Kota Batu tidak akan bertahan lama. Mereka akan kekurangan air karena ada kerusakan pada lingkungan,” jelas Bayu.

Lewat petisi itu, Bayu menargetkan 2.500 tandatangan. Jumlah itu pun sudah terlampaui.

Hingga pukul 09.30 pagi ini, sudah ada 2.793 orang yang menandatangani petisi tersebut.

Rencananya, Bayu akan membawa petisi tersebut kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk membatalkan Perda tersebut.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : change.org
Editor: Indra M