Sebut 'Kitab Suci Fiksi', Besok Rocky Gerung Dipanggil Polisi

JawaPos.com – Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung kembali harus berurusan dengan polisi. Kali ini, Rocky diwajibkan memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis (31/1).

Rocky dipanggil sebagai terlapor atas kasus dugaan penistaan agama karena pernah menyatakan bahwa ‘kitab suci adalah fiksi’. Pernyataan itu disampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam sebuah acara televisi yang bertajuk ‘Jokowi-Prabowo Berbalas Pantun’ pada Selasa 10 April 2018.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya pemanggilan kepada Rocky Gerung. “Ya, besok yang bersangkutan akan diklarifikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (30/1).

Argo mengatakan, bahwa pemanggilan Rocky bukan untuk pemeriksaan. Melainkan untuk klarifikasi terhadap Rocky selaku saksi terlapor sesuai laporan yang dibuat Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018.



“Pemanggilan Rocky untuk mengklarifikasi ya,” imbuh Argo.

Ia membenarkan bahwa pemanggilan Rocky atas laporan yang diterima polisi dengan nomor laporan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018. Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.

Argo memastikan bahwa surat pemanggilan itu sudah dilayangkan kepada Rocky dan sudah diterimanya. Sesuai agenda, Rocky dijadwalkan akan dimintai keterangan pada pukul 10.00 WIB.

Diketahui, Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian, melaporkan Rocky Gerung ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Laporan tersebut terkait pernyataan Rocky yang mengatakan bahwa ‘Kitab suci adalah fiksi’. Lapian pun membawa sejumlah alat bukti berupa rekaman adanya dugaan penodaan agama dalam ucapan Rocky.

“(Barang bukti) YouTube Official TV One, transkrip juga kami lampirkan untuk laporan. Kami melaporkan karena Pak Rocky Gerung ini orang Manado. Saya juga orang Manado, dia Kristen saya Kristen. Apa di sini? Kitab suci dibilang fiksi,” kata Jack di Kantor Bareskrim Polri, 16 April 2018.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Wildan Ibnu Walid