Sebelum Tewas Dijambret, Anna Dipeluk Sang Suami






JawaPos.com – Kejahatan jalanan di Kota Surabaya kembali merenggung korban jiwa. Kamis (20/9) kemarin, Anna Pujiastutik, 42, tewas setelah menjadi korban jambret di Jalan Indrapura. Korban sendiri tercatat sebagai warga Jalan Guberng Airlangga, Surabaya.





Kini, jenazah korban sudah dimakamkan di TPU Keputih. Namun suasa duka masih menyelimuti keluarga korban. Terop dan beberapa kursi plastik masih berjajar rapi di rumah duka. Beberapa pelayat juga masih tampak duduk berkumpul di depan rumah duka.






JawaPos.com berkesempatan berkunjung ke rumah duka, dan disambut Yuri Wido Nurcahyo, 46, yang merupakan suami korban. Putra sulung korban Eryusianto Kusumo Nurramadhani, 16, dan Talita, 13, yang saat itu berboncengan dengan almarhum Anna juga turut menyambut.



Foto Anna Pujiastutik semasa hidup. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)





Yuri lantas bercerita tentang musibah yang menimpa istrinya. Menurutnya, sudah menjadi rutinitas Anna sebagai ibu yang menyiapkan segala keperluan rumah tangga usai salat Subuh.





Saar itu, Anna menyiapkan sarapan dan keperluan lain di rumah. Kemudian bermaksud berangkat ke rumah orang tuanya di Jalan Kalimas Baru, Surabaya. Dari Jalan Gubeng, Anna kerap melalui rute yang sama. Yakni, Jalan Walikota Mustajab, Jalan Genteng Kali, Siola, Jalan Bubutan, lalu menuju ke Jalan Indrapura.





“Kalau lewat jalan lain malah muter. Ibu (Anna) juga pakai helm lengkap waktu dijambret. Tapi mungkin memang karena tarikan pelaku terlalu kuat, sehingga istri saya jatuh dan meninggal di tempat,” kata Yuri kepada JawaPos.com, Jumat (21/9).






Yuri melanjutkan ceritanya. Di rumahnya di Jalan Kalimas Baru, Anna juga rutin menyiapkan keperluan lain. Termasuk menyiapkan keperluan dan mengantar anang bungsunya, Talita Inama Alisia pergi ke SMP Mujahidin, Jalan Perak.

“Jadi memang itu sehari-harinya istri saya. Berangkat subuh dari sini (rumah di Jalan Gubeng Airlangga) ke Jalan Kalimas Baru. Sekalian menyiapkan keperluan Talita sekolah. Kecuali hari Minggu,” beber Yuri.






Ditanya soal uang yang ditemukan di dalam tas istrinya, Yuri mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Dia justru tahu ada informasi itu dari polisi. “Istri saya punya toko kelontong di rumah Jalan Kalimas Baru. Mungkin istri saya bermaksud kulakan beberapa bahan pokok untuk dijual di toko kelontong di rumah itu usai mengantar Talita,” ucapnya.





Sekarang, Yuri harus merelakan kepergian sang istri. Meski beberapa kenangan tentang sang istri masih melekat di benaknya. Yuri sempat mendapat firasat sehari sebelum musibah itu.





Menurut Yuri, ada yang aneh saat memandang foto profil istrinya pada aplikasi WhatsApp. Yuri merasa warna fotonya agak pudar seperti gambar yang diambil puluhan tahun lalu.





“Malamnya itu juga ada dorongan yang kuat untuk memeluk istri saya. Nggak tahu kenapa ingin sekali saya peluk istri. Padahal biasanya nggak pernah. Ya mungkin itu yang terakhir kali,” tuturnya.





Yuri juga menuturkan cita-cita istrinya yang belum kesampaian. Anna ingin sekali melihat Talita sukses jadi Polwan. Sang istri terinspirasi dari anak tetangga yang sudah sukses dan berpenampilan gagah sebagai Polwan.





Yuri juga masih mengingat saat berbincang seru dengan sang istri membahas keinginannya itu. “Karena kalau saya sendiri ingin Talita sukses di bidang kesehatan. Jadi saya ngomong ke istri, bagaimana kalau sukses di bidang kesehatan dahulu. Lalu masuk ke kepolisian. Malah ada nilai lebihnya,” paparnya.





Kini, Yuri berharap polisi dapat segera menangkap pelaku dan mengganjarnya dengan hukuman yang setimpal. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan. “Saya ingin keadilan. Saya ingin pelaku dihukum setimpal. Saya mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati di jalan. Jadikan musibah saya ini yang kali terakhir,” tukasnya





JawaPos.com lalu mengobrol sedikit dengan Talita. Masih tampak raut wajah shock dan sedih atas kepergian sang ibu. Musibah itupun masih lekat dalam ingatan.





Talita menuturkan, aksi kriminal itu berlangsung cepat. Dia tidak melihat seorang pengendara pun saat melintas di Jalan Indrapura. Tiba-tiba dari arah kanan belakang, dua orang berboncengan mendekatinya. “Mereka langsung menarik tas ibu. Ibu teriak. Lalu ditarik lagi sama orangnya (pelaku). Nah pas tarikan kedua itu, saya sama ibu jatuh,” ungkap Talita.





Beruntung, Talita yang berboncengan dengan Anna tidak ikutan tewas. Dia terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai dan terguling ke sisi kanan jalan usai dijambret. Talita hanya menderita luka dan sempat dirawat di RSU dr. Soetomo.





(HDR/JPC)