Sebelum Hanyut, Sempat Bertanya Ayat Alquran Soal Tenggelam ke Ustadah

JawaPos.com- Suasana duka begitu terasa di kediaman almarhum Muhammad Hanan, 9, di Jalan Kebonsari V, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (12/12). Hanan merupakan satu dari tiga siswa SD Insan Mulia Kota Malang yang tenggelam di objek wisata Air Tejun Coban Talun, kemarin (11/12).

Sebelum Hanan ditemukan tewas, dia sempat setelah dinyatakan hilang karena terpeleset di Air Terjun Coban Talun. Dia bersama dua orang temannya, Tazkya Rahmatulloh Al Kamilah, 8; dan Nasywa Azalia Hanania, 9, mengalami nasib nahas saat sedang melakukan kegiatan outbond. Jenazah Hanan sendiri ditemukan, kemarin malam, sekitar pukul 23.56 WIB.

Hanan rupanya merupakan murid yang berkeinginan menjadi hafiz atau penghafal Alquran. Paman korban, Aulia Luqman Aziz menceritakan, Hanan memang sedang merintis untuk menjadi seorang hafiz Alquran. “Bapak-ibunya (Hanan) guru ngaji. Insya Allah anak-anaknya soleh. Hanan sering berlatih hafalan (Alquran) dengan ustadnya di sekolah,” ceritanya kepada JawaPos.com.

Petugas gabungan berusaha mencari tiga bocah yang hanyut di Air Terjun Coban Talun, Selasa (11/12). (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)


Pada saat bertakziah, Luqman mendapat cerita dari beberapa guru Hanan bahwa bungsu dari lima bersaudara tersebut sempat menanyakan sebuah ayat Alquran kepada gurunya. Hanan dan kedua temannya itu sempat bertanya kepada gurunya. Pertanyaan yang ditujukan bocah polos itu seolah menjadi firasat bagi keluarga. Hanan sempat minta ditunjukkan ayat di dalam Alquran yang mengandung kata “tenggelam”.

“Beberapa hari sebelum meninggal, Hanan dan seorang kawannya yang juga korban tenggelam berbincang dengan ustadahnya, bertiga saja. Hanan dan kawannya meminta agar ditunjukkan ayat di dalam Alquran yang mengandung kata ‘tenggelam’,” jelasnya.

“Tunjukkan kepada kami ayat di dalam Alquran yang mengandung kata tenggelam,” begitu pertanyaan Hanan kepada Ustadahnya, seperti diceritakan Luqman. Kini, Luqman hanya bisa berharap agar Hanan bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Tawa riang, keceriaan keponakannya tersebut tinggal menyisakan kenangan dalam memori Luqman.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga korban tengah mengikuti kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Sejak Senin (10/12) hingga Selasa (11/12), seluruh kelas SD Insan Mulia melakukan kegiatan pembelajaran di luar sekolah tepatnya di kawasan Wisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Total 108 murid yang ikut menuju Coban Talun. Rinciannya terdiri dari 68 murid kelas 1-3, dan 40 murid kelas 1-3.

(fis/JPC)