Sebelum Evakuasi Harimau, BBKSDA Lakukan Hal Ini Terlebih Dahulu

JawaPos.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akan mengevakuasi Harimau Sumatera yang menerkan warga. Namun, sebelumnya mereka akan memastikan terlebih dahulu titik koordinat diterkamnya Mardian oleh Harimau Sumatera tersebut. Apakah berada dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan atau tidak.

“Lokasi TKP (tempat kejadian perkara) cukup jauh dari pemukiman. Masih enam sampai tujuh jam. Kemungkinan besar, itu bukan perkebunan, itu kawasan SM Kerumutan. Masuk atau tidaknya nanti diambil titik koordinatnya,” kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Senin (4/3).

Mardian, diterkam Harimau Sumatera saat sedang menggesek kayu di dalam hutan Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Riau, Sabtu siang (2/3). Namun, lokasi itu cukup jauh dari pemukiman dan untuk kesana menyeberangi sungai.

Guna memastikan apakah lokasi diterkamnya pria berusia 31 tahun itu oleh harimau masuk kawasan Suaka Margasatwa atau tidak, maka BBKSDA Riau mengirim tim ke sana. Sembari menentukan titik koordinat, tim juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak bertindak gegabah.

“Tim sudah berangkat tadi pagi. Mereka sedang mengumpulkan masyarakat di Desa Pungkat, melakukan sosialisasi. Di sana masyarakat bisa memahami,” sebutnya.

Tim yang dikirim itu, terdiri dari 6 orang. Di antaranya, dokter hewan dan paramedis serta polisi kehutanan dan anggota BBKSDA Riau. Selain itu, rencananya juga akan dikirim penembak jitu ke sana.

“Maksud penembak jitu, itu mereka yang dulu memiliki keahlian pembiusan dan diawasi dokter. Kami sudah membawa kandang juga kalau memang mengganggu,” ujarnya.

Untuk proses evakuasi, BBKSDA Riau tidak ingin terburu-buru. Mereka akan melakukan pengkajian terlebih dahulu. Jika dari hasil perhitungan titik koordinat, lokasi diterkamnya Mardian berada di SM Kerumutan, maka BBKSDA Riau tidak akan mengevakuasi harimau tersebut.

“Tapi memang kalau dapat titik koordinatnya itu diyakini landscape Kerumutan, kita tidak mungkin melakukan evakuasi terhadap harimau. Karena itu memang rumahnya. Disana memang habitatnya harimau,” pungkasnya.

Editor           : Budi Warsito

Reporter      : Virda Elisya